Hidayah Al-Ikhlas: Perjalanan Rita Artha Kesuma Menemukan Tauhid Sejati
Kisah mualaf Rita Artha Kesuma adalah sebuah perjalanan spiritual yang luar biasa, penuh dengan liku-liku, ujian, dan mukjizat yang membuktikan kuasa Haqqul Yaqin (keyakinan yang mutlak) kepada Allah ﷻ. Mantan guru Sekolah Minggu ini membuktikan bahwa hidayah adalah hak prerogatif Allah, yang datang melalui cara tak terduga, bahkan melalui surat sesingkat Al-Ikhlas.
Baca juga:dapat hidayah setelah baca surat al-ikhlas
Sebelum memeluk Islam, Rita Artha Kesuma adalah seorang yang taat dalam keluarga Kristen Protestan. Ia aktif di kegiatan gereja, bahkan pernah menjadi Guru Sekolah Minggu dan anggota paduan suara gereja yang menjuarai perlombaan Ironisnya, saat itu, pandangan Rita terhadap Islam sangatlah negatif. Ia mengakui memandang Islam dengan stigma yang buruk, mengaitkannya dengan kekerasan, teroris, dan terutama, ia sangat membenci isu poligami.
Drama Cinta dan Hidayah Kedua
Rita pertama kali masuk Islam karena pernikahan, namun saat itu ia hanya menjadi “Islam KTP” dan tidak dibimbing. Akibatnya, ia sempat murtad dan kembali memeluk Kristen. Namun, hidayah kedua menghampirinya setelah ia menjalin hubungan dengan seorang pria Muslim yang ibunya sangat ketat dan tidak mengizinkannya berkunjung karena status agama Rita.
Rasa penasaran inilah yang mendorong Rita untuk mencari tahu “ada apa dengan Islam.” Ia mulai membaca buku dan menonton kajian para ustaz, hingga akhirnya ia sampai pada sebuah kesimpulan yang menggetarkan hati: Yesus bukan Tuhan. Titik balik terbesarnya adalah pemahamannya tentang Surat Al-Ikhlas.

“Yang paling penting itu adalah saya… aduh sampai pengin nangis ini banget sama surat Al-Ikhlas karena pada saat itu yang paling hafal sama itu Al-Fatihah. Al-Fatihah itu cepat banget ngfalnya saya juga heran kok cepat banget ya tapi setelah surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas itu saya hafal yang perlu waktu gitu loh itu ajaib banget itu dan di situ saya baru percaya kalau Allah yang menginginkan dan kalau hidayah itu benar-benar dari Allah…”
Baca juga:https://baitulmaqdis.com/2025/11/14/jake-matthews-memeluk-agama-islam/
Tauhid yang terkandung dalam surat Al-Ikhlas meyakinkannya bahwa Islam adalah jalan yang benar. Ia kemudian bersyahadat kembali pada tahun 2012.
Keajaiban Salat dan Pengorbanan Karir
Setelah bersyahadat, Rita merasakan kedamaian luar biasa saat pertama kali mencoba salat. Saat rukuk, ia mengaku melihat cahaya putih dan jalan lurus. Ia menangis karena belum pernah merasakan ketenangan seperti itu sepanjang hidupnya.
Keyakinan ini membawanya pada sebuah keputusan ekstrem: ia memilih resign dari pekerjaannya sebagai HRD Manager dengan gaji dua digit. Keputusan ini diambil karena ia tidak bisa salat tepat waktu, ibadah terburu-buru, dan sulit fokus belajar Al-Qur’an (mengaji).
Meski harus menghadapi kondisi ekonomi yang sulit dan hinaan, ia tidak pernah menyesal.”Menyesal sih enggak ya Pak karena saya malah menemukan kedamaian…”
Ujian Ekonomi dan Haqqul Yaqin
Setelah keluar dari pekerjaan, Rita menghadapi ujian kemiskinan dan harus menjadi orang tua tunggal (single mom). Namun, dalam kondisi terdesak, ia mempraktikkan Haqqul Yaqin. Ia bershalawat dan berzikir, dan rezeki selalu datang dari arah tak terduga.
Salah satu mukjizat terbesarnya adalah ketika anaknya ingin kuliah, namun ia tak mampu membiayai. Anaknya meniru kebiasaan ibunya ber-Haqqul Yaqin, bertahajud, dan berduha, hingga akhirnya mendapat beasiswa penuh sampai lulus.
Kontribusi dan Pesan untuk Mualaf Lain
Saat ini, Rita Artha Kesuma mengabdikan dirinya untuk berdakwah melalui keahlian yang ia miliki. Ia menggunakan ilmu digital marketing (bersertifikasi BNSP) untuk membantu santri-santri pondok yang membuka usaha makanan. Kepada para mualaf yang sedang diuji, ia menyampaikan pesan yang mendalam:
Ikhlas dan Konsekuen: Belajar untuk ikhlas dengan pilihan memeluk Islam dan konsekuen menjalaninya.
Haqqul Yaqin: Yakinlah secara mutlak kepada Allah ﷻ, sebab tidak ada masalah yang tidak teratasi jika kita berserah penuh. Rezeki akan datang saat dibutuhkan, bukan selalu saat yang diinginkan.
