Sunnah Haiat dalam Shalat Jum’at
Shalat Jum’at merupakan ibadah yang sangat agung dan istimewa dalam Islam. Selain memiliki rukun dan syarat yang wajib dipenuhi agar sah pelaksanaannya, shalat Jum’at juga memiliki beberapa sunnah haiat, yaitu amalan-amalan yang dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah tersebut. Melaksanakan sunnah haiat akan menambah pahala dan menunjukkan kesempurnaan adab seorang muslim dalam beribadah. Maka berikut sunnah – sunnah haiat :
Pertama, Mandi dan membersihkan badan termasuk ke dalam sunnah shalat Jum’at yang sangat dianjurkan. Amalan ini tidak hanya menjaga kebersihan fisik, tetapi juga mencerminkan kesiapan spiritual dalam beribadah. Dengan melaksanakan sunnah ini, diharapkan ibadah shalat Jum’at menjadi lebih sempurna dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda di sisi Allah SWT.Mandi pada hari Jum’at merupakan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ sebagai bentuk penghormatan terhadap hari yang mulia ini. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda: “Mandi pada hari Jum’at adalah wajib bagi setiap orang yang sudah baligh.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kebersihan diri ketika hendak menunaikan shalat Jum’at. Walaupun hukumnya sunnah, mandi Jum’at memiliki keutamaan besar dan sangat dianjurkan, karena dengan mandi, seseorang membersihkan diri dari kotoran dan bau tidak sedap yang dapat mengganggu jamaah lain.
Kedua, Memakai pakaian putih termasuk ke dalam sunnah shalat Jum’at yang sangat dianjurkan. Warna putih melambangkan kebersihan dan kesucian, dua hal yang sangat dijunjung tinggi dalam Islam. Dengan melaksanakan sunnah ini, seorang muslim tidak hanya memperindah penampilannya, tetapi juga menyempurnakan adab dan etika dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.Pakaian putih merupakan simbol kesucian, kebersihan, dan kerapian. Rasulullah ﷺ sangat menyukai warna putih, sebagaimana sabdanya: “Kenakanlah pakaian putih, karena pakaian putih itu lebih suci dan lebih baik. Dan kafanilah orang-orang yang meninggal di antara kalian dengan kain putih.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Dari hadis ini dapat dipahami bahwa memakai pakaian putih bukan hanya soal penampilan, tetapi juga mencerminkan kebersihan hati dan kesiapan diri dalam menghadap Allah SWT. Karena shalat Jum’at merupakan ibadah yang dilaksanakan secara berjamaah dan memiliki keutamaan besar, maka disunnahkan bagi kaum muslimin untuk tampil rapi, bersih, dan wangi dengan pakaian terbaiknya. Memakai pakaian putih juga menjadi bentuk penghormatan terhadap hari Jum’at, yang disebut sebagai sayyidul ayyam (penghulu segala hari). Dengan berpakaian bersih dan pantas, seorang muslim menunjukkan rasa hormatnya terhadap ibadah dan sesama jamaah.
Ketiga, Memotong kuku termasuk ke dalam sunnah shalat Jum’at yang sangat dianjurkan. Amalan ini mencerminkan kebersihan, kerapian, dan penghormatan terhadap hari Jum’at yang penuh kemuliaan. Dengan menjaga kebersihan diri, termasuk memotong kuku, seorang muslim menunjukkan kesungguhan dan kesiapan dalam melaksanakan ibadah shalat Jum’at dengan sebaik-baiknya.Memotong kuku termasuk bagian dari kebersihan diri yang sangat dijaga dalam ajaran Islam. Rasulullah ﷺ bersabda: “Lima perkara termasuk fitrah (sifat dasar manusia yang suci): berkhitan, mencukur rambut kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.”(HR. Bukhari dan Muslim).Dari hadis ini, jelas bahwa memotong kuku merupakan bagian dari fitrah dan kebersihan yang sangat ditekankan dalam Islam. Waktu yang paling utama untuk melakukannya adalah pada hari Jum’at, karena hari tersebut merupakan hari yang penuh berkah dan kemuliaan. Dengan memotong kuku sebelum shalat Jum’at, seorang muslim menunjukkan perhatian terhadap kebersihan, kerapian, dan kehormatan diri saat beribadah di hadapan Allah SWT.
Keempat, Memakai wangi-wangian termasuk ke dalam sunnah shalat Jum’at yang sangat dianjurkan. Amalan ini mencerminkan kebersihan, kerapian, dan adab seorang muslim dalam beribadah. Dengan tubuh yang bersih, pakaian yang rapi, dan aroma yang harum, seorang muslim menunjukkan penghormatan terhadap hari Jum’at, terhadap masjid, dan terhadap ibadah yang sedang ia laksanakan. Semoga dengan menjalankan sunnah ini, shalat Jum’at kita semakin sempurna dan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.sebagaimana Rasulullah ﷺ sangat menganjurkan umatnya untuk menggunakan wewangian ketika hendak melaksanakan shalat Jum’at. Beliau bersabda:“Barang siapa mandi pada hari Jum’at, lalu memakai wangi-wangian yang dimilikinya, kemudian mengenakan pakaian terbaiknya, lalu pergi ke masjid dan tidak memisahkan dua orang (duduk di antara mereka), kemudian shalat sesuai kemampuan dan mendengarkan khutbah, maka akan diampuni dosanya sejak Jum’at ini hingga Jum’at berikutnya.”(HR. Bukhari). Hadis ini menunjukkan bahwa memakai wangi-wangian bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bagian dari adab dan penghormatan terhadap ibadah Jum’at. Aroma harum akan menimbulkan kenyamanan bagi diri sendiri dan bagi orang lain di sekitar kita saat berjamaah di masjid.
