Iman kepada Allah adalah pilar pertama dalam rukun iman, dan menjadi fondasi utama dalam keislaman seorang hamba. Iman ini bukan sekadar keyakinan tanpa dasar, melainkan dibangun atas dua landasan yang saling menguatkan: dalil naqli dan dalil aqli.
Dalil Naqli (bukti yang bersumber dari wahyu)
Pertama, Pemberitaan dari Allah atas diriNya tentang adanya diriNya, tentang rububiyahNya (ketuhananNya -Pencipta, Pemilik, Pengatur, Pemelihara) terhadap makhluk atau ciptaanNya, dan tentang nama-nama dan sifat-sifatNya. Pemberitaan tersebut terdapat dalam kitabNya yang mulia (Al Quran). Di antara firmanNya tersebut adalah:
“Sesungguhnya Rabb kamu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Rabb semesta alam.” (Al A’raf ayat 54)
Juga firmanNya ketika Dia memanggil NabiNya Musa ‘alaihissalam dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu.
“Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia yaitu: “Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam.” (Al Qoshosh: 30)
Dan juga firmanNya dalam surat Thoha ayat 14:
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”
Dan firmanNya dalam mengagungkan diriNya, nama-namaNya dan sifat-sifatNya;
“Dialah Allah Yang tiada Tuhan (sesembahan) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah Yang tiada Tuhan(sesembahan) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Qs. Al Hasyr: 22-24)
Dan firmanNya tentang pujian atas diriNya, terdapat dalam surat Al Fatihah ayat 2-4:
“Segala puji bagi Allah, Tuhan (Rabb) semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan.”
Dan firmanNya terhadap kita selaku kaum Muslimin, Allah terangkan dalam surat Al Anbiya ayat 92:
“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu (Rabbmu), maka sembahlah Aku.”
Dan surat Al Mu’min ayat 52 :
“……. dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.”
Dan firmanNya dalam membatalkan dakwaan atau klaim dari orang-orang kafir bahwasanya adanya Rabb selain Dia, atau adanya Ilah atau sesembahan selain Dia di langit atau di bumi, firmanNya yaitu:
”Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan (sesembahan-sesembahan) selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.” (Qs. Al Anbiya: 22)
Kedua, pemberitahuan dari sekitar 124.000 nabi dan rasul tentang keberadaan Allah ﷻ ; tentang pemeliharaan, penciptaan, dan pengaturan-NYA terhadap seluruh alam semesta; serta tentang nama-nama dan sifat-NYA.
Tidak ada seorang pun dari nabi maupun rasul kecuali Allah telah berbicara kepadanya, atau mengirimkan utusan kepadanya, atau memasukkan ke dalam hati dan akalnya sesuatu yang mementapkan pada dirinya bahwa itu adalah kalam Allah dan wahyu-Nya yang di berikan kepadanya.
Pemberitahuan dari sejumlah besar makhluk pilihan dan manusia khusus ini, membuat akal manusia mustahil mendustakannya, sebagaimana ia membuat mustahil adanya kemufakatan jumlah yang besar ini terhadap kedustaan dan memberitahukan sesuatu yang tidak mereka ketahui lalu meyakinkan dan memastikan kebenarannya. Sebab, mereka adalah manusia terbaik, paling suci jiwanya, paling unggul akalnya, dan paling jujur perkataannya
Ketiga, Keimanan dan keyakinan milyaran manusia terhadap keberadaan Rabb ﷻ , serta ibadah dan ketaatan mereka kepada-Nya. Sebab, kebiasaan manusia yang berlaku adalah membernarkan satu atau dua orang, apalagi kelompok, umat, dan jumlah yang tak terhingga, jika di sertai dengan bukti akal dan fitrah atas kebenaran apa yang mereka imani , yang mereka mendekatkan diri kepadanya.
Keempat, Pemberitahuan dari jutaan ulama tentang keberadaan Allah, sifat-sifat-Nya, nama-nama-Nya, serta pemeliharaan dan kekuasaan-Nya atas segala sesuatu. Hingga karenanya mereka beribadah kepada-Nya, menaati-Nya serta mencintai dan mebenci sesuatu karena-Nya
Ini adalah beberapa dalil naqli untuk menunjukkan Zat Allah yang harus diimani oleh setiap orang beriman. Wallaahu a’lam
Sumber : Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairy
