
Eric Abidal, legenda FC Barcelona yang terkenal karena ketangguhan dan semangat juangnya di lapangan, memiliki kisah pribadi yang mendalam di luar karier sepak bolanya, salah satunya adalah keputusannya untuk memeluk agama Islam.
Éric-Sylvain Bilal Abidal (lahir 11 September 1979) adalah salah satu nama yang paling dihormati dalam sejarah modern FC Barcelona. Dikenal karena konsistensi, crossing yang akurat, dan kemampuan bertahannya yang solid, Abidal tidak hanya dikenang sebagai bek kiri kelas dunia tetapi juga sebagai simbol ketahanan dan semangat juang yang luar biasa.
| Baca juga :
https://oncodaily.com/stories/celebrities/eric-abidal-liver-cancer
Dari Katolik Menuju Islam
Abidal, yang lahir di Lyon, Prancis, berasal dari keluarga berlatar belakang Katolik. Namun, keyakinan spiritualnya mengalami perubahan signifikan yang membawanya memeluk agama Islam.
Keputusan penting ini ia ambil sekitar tahun 2007. Setelah memeluk Islam, ia juga mengganti namanya menjadi Eric Bilal Abidal.
Bukan karena Paksaan, Tapi Hadiah
Meskipun Abidal menikah dengan wanita Muslim keturunan Aljazair bernama Hayet Kebir (kadang disebut Heyet Kebir), ia sering kali harus meluruskan anggapan umum yang menyatakan bahwa ia menjadi mualaf karena paksaan atau tuntutan dari istrinya.
| Baca juga :
https://baitulmaqdis.com/2025/11/14/jake-matthews-memeluk-agama-islam/
Dalam berbagai wawancara, Abidal menegaskan bahwa keputusannya adalah murni panggilan hati. Ia menggambarkan prosesnya sebagai sesuatu yang alami dan tulus:
“Semua prosesnya natural. Memilih pindah ke Islam bukan karena istriku, tapi hadiah yang tiba-tiba muncul. Itu benar-benar terjadi bagiku. Mengikutinya dan membuatku sangat senang.”
Abidal mengakui bahwa istrinya, Hayet, memang membantunya untuk mengenal Islam lebih dekat dan menjadi “pemegang kemudi yang menakjubkan” dalam hidupnya, memberikan arahan dan masukan yang logis. Namun, hidayah itu sendiri ia yakini datang atas izin Allah SWT.
Memeluk Islam dengan Sepenuh Hati
Sejak menjadi mualaf, Abidal dikenal sebagai seorang Muslim yang taat, menjalankan ibadah salat lima waktu dan berpuasa di bulan Ramadan. Ia menunjukkan komitmen yang kuat terhadap keyakinan barunya.
“Saya memeluk Islam dengan sepenuh hatiku,” ujar Abidal, menekankan bahwa keyakinannya adalah hasil dari keyakinan penuh yang ia rasakan.
Keputusan Abidal untuk memeluk Islam di tengah puncak karier sepak bolanya di salah satu klub terbesar dunia, FC Barcelona, semakin menyoroti sisi spiritual dan pribadinya yang teguh, menjadikannya salah satu figur atlet Muslim yang paling dikenal di Eropa.
