Skip to content

Wow, Gereja Besar Di Amerika Dijual Karena Ditinggal Jama’ahnya

Tampak Masjid IMAAM Setelah Diresmikan
Tampak Masjid IMAAM Setelah Diresmikan

Sebagaimana diberitakan atjehpost, arsitektur bangunannya bercorak khas Amerika. Gerbang depannya memiliki teras dengan empat tiang penyangga tinggi dan besar berwarna putih. Sekilas mirip gerbang Gedung Capitol, tempat Presiden Obama berkantor. Hanya saja tidak ada kubah atau menara di atasnya. Gedung itu berdiri tegak di lokasi sangat strategis di Georgia Avenue, Silver Spring, MD, Maryland, tidak jauh dari Kota Washington. Di depannya masih ada tulisan “First Baptist Church Montgomery” diukir di permukaan semen yang terpajang di halaman depan kiri gedung. Itulah gambaran gereja besar yang akan dijual karena jama’ahnya sudah tidak ada.

Gereja itu ditelantarkan jemaahnya yang banyak memilih menjadi pengikut ateis.
Gereja itu ditelantarkan jemaahnya yang banyak memilih menjadi pengikut ateis.

 

“Ini dulunya gereja, Mas. Tapi sudah dibeli oleh masyarakat Indonesia untuk dijadikan sebagai masjid. kata Rahmad, Mahasiswa asal Jawa Barat yang tengah menimba ilmu di Washington.

Katanya lagi “Saya banyak mendapatkan cerita soal gedung ini dari paman saya yang kebetulan bekerja di Kantor kedutaan Indonesia di Washington,” katanya.

Kisah terbelinya gereja itu tatkala terpampang iklan di sebuah media online yang menyebut soal rencana penjualan sebuah gereja tua di kawasan Georgia Avenue, Silver Spring, MD, Maryland. Iklan itu ditayangkan oleh pengurus gereja yang mengaku terpaksa menjual gedung itu karena tidak ada lagi aktivitas ibadah di sana. Sejak lima tahun terakhir gereja itu dibiarkan kosong melompong karena sebagian besar jemaahnya tidak lagi percaya dengan agama. Mereka ramai-ramai merubah keyakinannya menjadi ateis.

Ukuran gereja itu cukup besar. Luas gedungnya saja mencapai 3.520 m², dengan luas tanahnya mencapai 15.625 m². Kapasitas ruangan di dalam mampu menampung 350 orang. Lapangan parkirnya juga cukup luas, bisa menampung lebih dari 100 mobil. Harga jualnya $3 juta ( sekitar Rp 33 miliar dengan kurs sekitar Rp 11.000/ dolar). Gedung itu dibangun tahun 1955, berada di tengah kota Maryland. Merujuk kepada izinnya, gedung itu hanya diperuntukkan bagi kegiatan rumah ibadah.

Baca Juga  MUI Pusat Telah Membentuk Komite Khusus Antisipasi Pemurtadan

Pihak gereja sebenarnya sudah lama ingin menjual gedung itu, tapi tidak laku karena izin penggunaannya tidak bisa digunakan selain untuk ibadah. Komunitas muslim Indonesia di wilayah itu tidak sanggup membelinya karena terlalu besar nilainya.

Singkat cerita, setelah melewati proses yang panjang akhirnya pemerintan Indonesia siap membantu menuntaskan pembebasan gedung gereja tersebut.

Akhirnya pada Juli 2014 lalu IMAAM ( Indonesia Muslim Association of America ) resmi mengambil alih First Baptist Church Montgomery Maryland untuk dijadikan sebagai masjid. Hebatnya lagi, mereka bisa membeli masjid itu tanpa menjual dua gedung IMAAM Center yang sudah ada sebelumnya.

IMAAM merupakan komunitas sosial yang didirikan diaspora muslim Indonesia di Amerika pada 1993. Sejak beridiri, organisasasi ini aktif menggelar kegiatan keagamaan, termasuk berupaya mendirikan masjid di Washington. Saat ini komunitas IMAAM memiliki anggota sekitar 2000 orang.

Dari bulan Juli hingga September renovasi besar-besaran pun dilakukan agar gedung yang tadinya bebentuk gereja itupun serta merta disulap menjadi Masjid.

Sebaimana diberitakan Detik Hingga pada 26 September setelah sempurna renovasi, masjid itu diresmikan langsung oleh Presiden SBY. Kini nama gedung itu berubah menjadi Masjid IMAAM Centre. (Alkuin/BaitulMaqdis.com)

Sumber Atjehpost & Detik.com

Artikel Terkait