Skip to content

Alhamdulillah, Pelatihan Kristologi Perdana Sukses ( Edisi Februari )

Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan 5
Pentingnya Ilmu Kristologi Untuk Antisipasi Pemurtadan

 

BaitulMaqdis.com — Ahad 28/02/2016 di Mushalla Ummu Jarillah komplek Balai Dakwah Jakarta Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur berlangsung pertemuan perdana pelatihan Kristologi intensif yang diselenggarakan oleh Yayasan Baitul Maqdis.

Pelatihan perdana ini mengangkat tema, “Pentingnya Kristologi Dalam Membentengi Keimanan”. Tema ini diangkat sebagai muqodimah pelatihan yang akan datang.

“Diharapkan peserta tidak ketinggalan dalam setiap pertemuannya, karena yang akan datang materi yang akan saya sampaikan lebih dahsyat dan menarik” kata Ust. Insan dipenghujung acara.

Pelatihan yang dimulai dari ba’da dhuhur berakhir hingga pukul lima sore itu diikuti secara antusias oleh kurang lebih dua puluh lima peserta ikhwan serta akhwat.

Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan 1
Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan 1

Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan 1

Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan 2
Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan 2

Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan 2

Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan 4
Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan 4

Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan 4

Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan 5
Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan 5

Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan 5

Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan 6
Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan 6

Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan 6

Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan
Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan

Pelatihan kristologi Baitul Maqdis Antisipasi pemurtadan

Acara pelatihan yang secara langsung diisi oleh kristolog nasional Ust.Insan Ls Mokoginta tersebut insya Allah akan digulirkan secara intensif sekali pertemuan dalam setiap bulannya.

Para peserta pun memberikan sambutan positifnya, diantaranya ketua umum dari SAMI (Sahabat Muallaf Indonesia) Aris Kurniawan yang juga ikut menjadi peserta dalam acara ini.

Beliau menuturkan, “Saya sangat bersyukur bisa mengikuti program pelatihan kristologi ini, karena saya pribadi tertarik untuk mengkaji masalah kristologi.”

Peserta yang lain, Ibu Wanti mantan pemeluk Katolik juga menyampaikan, “acara ini sangat berguna sekali khususnya bagi saya yang mantan Katolik.

Baca Juga  Galeri "SAMI" Aksi Pembentengan Aqidah Menjelang Natal

Ibu separuh baya itu menambahkan, “awalnya saya sempat kaget ikut kajian ini kenapa mempelajari injil lagi padahal saya sudah bertekad tidak mau lagi membuka kitab ini lagi, dulu dirumah punya banyak tapi saya bakar-bakari, tapi setelah mengikuti kajian ini saya jadi berpikir tidak ada salahnya untuk kembali membukanya.”

Bahkan Ust.Insan Ls Mokoginta memberikan apresiasi yang sangat luar biasa kepada program pelatihan Kristologi ini.

Di tengah penyampaiannya beliau katakan: “Saya sangat mengapresiasi program pelatihan semacam ini karena memang tidak banyak yang mau concern dalam bidang Kristenisasi dan saya sangat mendukung Yayasan Baitul Maqdis karena memang kita satu visi misi.”

Secara umum sambutan dari para peserta terkait pelatihan Kristologi ini sangat bagus bahkan banyak dari mereka yang kemudian ingin mengajak rekan-rekannya dalam pertemuan selanjutnya.

Selaku ketua Panitia Ust.Oni menyampaikan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada Yayasan Baitul Maqdis yang telah mensposori seluruh rangkaian acara pelatihan langka ini.

Acara pelatihan ini memang bisa dibilang langka. Pelatihan ini diharapkan mampu mengkaderisasi para dai untuk mengisi absennya dakwah kepada non muslim.

“Betul, saat ini mayoritas dai/ustadz/kiyahi hampir meninggalkan dakwah kepada non muslim. Salah satu faktor adalah karena minimnya ilmu tentang kristologi”. Ujar Abu Alkuin Ketua Program Yayasan Baitul Maqdis.

Lanjut beliau, “Berdakwah kepada non muslim tidak harus selalu membacakan Ayat-ayat Alqur’an kepada mereka. Justru Ayat alqur’an akan membuat antipati non muslim terlebih dahulu. Nah, pendekatan dakwah lewat Bible kitab suci mereka sendiri menjadi lebih mengena daripada dengan ayat-ayat Al-Qur’an.”

Disamping itu, seperti yang tertulis di brosur dan undangan broadcast Watsapp, kajian dan pelatihan kristologi ini juga menjadi jawaban atas statmen yang disinggung dalam Alqur’an bahwa kitab suci Ahlul Kitab ( Yahudi dan Nasrani ) telah mengalami perubahan. Salah satunya ada di surat Al-Baqoroh ayat 79.
[Redaksi BaitulMaqdis.com]

Artikel Terkait