Mukjizat Nabi Adalah Ilmu dan Teknologi

Mukjizat Nabi Adalah Ilmu dan Teknologimukjizat Islam dan Al Qur'an

( BaitulMaqdis.com) Allah menurunkan mukjizat kepada nabi-nabiNya sesuai dengan apa yang dibutuhkan umat pada jamannya. Nabi Musa ‘Alaihi Salam diberi kemampuan untuk menaklukkan sihir karena Fir’aun dan orang-orang dekatnya terobsesi dengan sihir. Nabi Isa ‘Alaihi Salam diberi kemampuan pengobatan karena umat di jamannya lagi tergila-gila dengan teknik pengobatan. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam – nabi akhir jaman, mukjizatnya pasti berlaku hingga hari ini. Apa itu ?
Umat hari ini antara lain terobsesi dengan ilmu dan teknologi, maka mukjizat Nabi kita adalah Al-Qur’an yang didalamnya antara lain terkandung segala macam sumber ilmu dan teknologi – termasuk ilmu dan teknologi yang dibutuhkan oleh umat yang hidup di jaman ini hingga akhir jaman nanti.

Saya (penulis) yakin sumber ilmu dan teknologi di segala bidang ada di dalam Al-Qur’an, namun karena bidang yang saya banyak geluti adalah dunia pertanian, perkebunan dan peternakan yang kemudian saya sebut WATANA (Wana, Tani, Ternak) – maka dalam rulisan ini yang akan saya elaborasi adalah mukjizat Al-Qur’an di bidang ini.
Allah berfirman sebagai mukjizat Nabi-Nya:

“Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.”

Dalam surat Yaasiin ayat 33 itu, Allah menyebutkan bahwa bumi yang mati bisa dihidupkan dengan tanaman biji-bijian. Ilmu pengetahuan manusia baru bisa memahaminya sekitar 12 abad kemudian. Bahwa unsur makro yang dibutuhkan oleh tanaman yang sangat utama adalah Nitrogen, tanpa Nitrogen ini, tanaman tidak hidup.

Biji-bijian masuk keluarga legume, di perakarannya terdapat bintil-bintil tempat bakteri Rhizobia berkoloni. Bakteri inilah yang berkemampuan untuk mengikat nitrogen dari atmosfir dalam bentuk N2, mengubahnya menjadi ammonia (NH3) dan kemudian menjadi ammonium (NH4) yang dibutuhkan tanaman.

Baca Juga  Mukjizat Madu, Kurma Dan Habbatussauda Bagi Kesehatan

Ketika Al-Qur’an turun di abad ke 7 Masehi, unsur Nitrogen belum ditemukan oleh ilmu manusia saat itu apalagi kaitannya dengan kebutuhan unsur makro tanaman. Unsur ini baru ditemukan manusia di abad 18 dan seabad kemudian yaitu pertengahan abad 19 baru diketahui bahwa unsur inilah yang dibutuhkan tanaman.

Tidak berhenti di sini, di surat lain yaitu surat An-Nahl ayat 10 Allah mengisyaratkan perlunya menggembala diantara pohon-pohonan. Mengapa demikian ? masih terkait dengan Nitrogen tersebut di atas.

Pohon-pohonan pada umumnya bukan keluarga legume, perakarannya tidak disinggahi oleh bakteri Rhizobia  – jadi tidak bisa mengikat sendiri unsur Nitrogen yang ada di udara. Lantas dari mana pohon-pohon ini memperoleh unsur N-nya ? yang paling siap adalah dari kotoran ternak ! jadi menggembala di antara pohon-pohon diperlukan karena pohon butuh Nitrogen yang ada di kotoran ternak tersebut.

Pohon tidak hanya perlu pertumbuhan vegetatif, di alam bebas pohon-pohon ini juga perlu pertumbuhan generatif melalui bunga dan kemudian juga buah. Untuk pembungaan dan pembuahan ini pohon butuh unsur lain yaitu Kalium (K), lantas darimana datangnya unsur K ini ?

Lagi-lagi unsur K ini adanya antara lain dari kotoran ternak, bila K tersedia cukup maka pohon-pohon akan rajin berbunga dan kemudian berbuah. Maka inipula yang diisyaratkan dalam surat An-Nahl ayat 10 dan 11 bahwa di tempat pepohonan tumbuh bila di tempat itu juga dipakai untuk menggembala – maka akan dihasilkan zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Kemudian kita juga diingatkan di akhir ayat ini bahwa inilah di antara tanda-tanda kekuasaanNya bagi yang mau berfikir !

Rangkaian – demi rangkaian ilmu pengetahuan itu akan bisa terus didalami dari surat-surat dan ayat-ayat lainnya. Misalnya ketika Allah menyebutkan delapan hewan yang berpasangan (empat pasang) di surat Al-An’am 143-144, yang disebut secara berurutan adalah mulai dari sepasang domba, sepasang kambing, sepasang unta dan terakhir sepasang sapi.

Baca Juga  Pemurtadan Zaman Dulu Hingga Zaman Modern

Inilah isi mukjizat Al-Qur’an itu:

“(yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang dari domba dan sepasang dari kambing.  Katakanlah: “Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?” Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar, dan sepasang dari unta dan sepasang dari lembu. Katakanlah: “Apakah dua yang jantan yang diharamkan ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya. Apakah kamu menyaksikan di waktu Allah menetapkan ini bagimu?  Maka siapakah yang lebih lalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?” Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” ( QS. Al-An’am : 143-144)

Penyebutan sesuatu yang sejenis secara berurutan di dalam Al-Qur’an mengindikasikan urutan kepentingan atau keutamaannya. Seperti ketika Allah menyebutkan urutan penerima zakat di surat At-Taubah ayat 60, dimulai dari fakir, miskin, amil, mualaf yang sedang dilunakkan hatinya, memerdekakan budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang dalam perjalanan.

Domba yang disebut lebih dahulu dari kambing, unta dan sapi – maka domba inipun memiliki keutamaan tersendiri. Dalam pelaksanaan syariat qurban misalnya, asalnya yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihi Salam – sebagai pengganti berqurban Ismail – adalah domba yang besar. Domba yang sama juga yang diqurbankan oleh anak Nabi Adam ‘Alaihi Salam yang baik yaitu Habil.

Dalam kaitan dengan kebutuhan tanaman tersebut di atas ternyata juga terbukti bahwa kotoran domba lebih baik bila digunakan sebagai pupuk alami ketimbang kotoran sapi – meskipun keduanya sama-sama bisa digunakan. Kotoran domba mengandung lebih banyak NPK masing-masing secara berurutan adalah  0.9 %, 0.5 % dan 0.8 % , bandingkan dengan kotoran sapi yang mengandung NPK berturut-turut 0.5 %, 0.3 % dan 0,5 %.

Baca Juga  ‘FATWA’ TOKOH MISIONARIS, MENGANCAM AQIDAH UMAT !!

Sejalan dengan ini , ayat tentang segala macam buah-buahan yang dihasilkan di tempat turunnya hujan, tumbuhnya pepohonan yang disitu digembalakan ternak (Surat An-Nahl 10-11) – juga terbukti dengan kandungan kotoran cair (kencing) domba yang ternyata sangat kaya dengan Kalium yaitu mencapai 2.10% – kandungan yang sangat cukup untuk merangsang pembungaan dan pembuahan segala macam jenis buah-buahan.
Ini dia ayat mukjizatnya :

Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Qs. An-Nahl : 10-11)
Lebih-lebih kalau kita pahami bahwa ayat-ayat tersebut di atas turun di padang pasir, sangat jarang hujan ,  sangat jarang pepohonan dan apalagi sangat jarang buah-buahan yang tumbuh – tetapi ayat-ayat ini sudah merefer pada suatu tempat yang banyak hujan, banyak pepohonan dan segala macam buah-buahan tumbuh – tempat yang sangat identik dengan bumi yang kita tinggali di negeri khatulistiwa ini – maka ini menjadi bukti bahwa betapa Maha Benarnya – firman-firmanNya tersebut.

Setelah kita meyakini bahwa mukjizat Al-Qur’an adalah benar-benar datang dari Dia Yang Maha Tahu, bahwa firman-firmanNya adalah petunjuk dan jawaban untuk segala urusan kita – maka sesungguhnya kita hanya perlu satu sumber ilmu dan teknologi ini – yaitu Al-Qur’an, untuk menjawab seluruh persoalan kehidupan kita ini dan untuk menjadi umat yang unggul.  (Alquin/BaitulMaqdis.com)

Oleh. Ust.Muhaimin Iqbal dengan Judul Asli Mukjizat Alqur’an Untuk Jaman Ini

Sumber : Geraidinar

Mari Raih Pahala dan Kebaikan !

Dengan membagikan tautan ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki