Skip to content

Kewajiban Menelaah Fenomena Alam Semesta Sesuai Al-Quran

AlQurandanAstronomi

Kewajiban Menelaah Fenomena Alam Semesta Sesuai Al-Quran

BAITULMAQDIS.COM, Perintah untuk menelaah alam semesta dalam upaya menghayati kebesaran dan kekuasaan Allah dinyatakan dalam dalam surat berikut.

Katakanlah, “Berjalanlah di bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaat(makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir,”¹ Sungguh,  Allah Mahakuasaatas segala sesuatu.” (QS, Al-Ankabut (29); 20)

Penelaahan sunnatullah yang terjadi di alam seharusnya diikuti dengan penelaahan ayat yang diturunkan terkait fenomena yang diamati, sesuai perintah untuk membaca dalam Surah Al-‘Alaq. Metode yang dapat digunakan adalah menafsirkan ayat alquran terlebih dahulu atau menalaah fenomena alam terlebih dahulu. Jika ditemukan ketidakcocokan antara keterangan dalam ayat alquran dan fenomena alam, hal yang terjadi adalah kesalahan dalam menafsirkan alquran. Kesahalan yang mungkin terjadi ketika menafsirkan ayat alquran adalah kesalahan berfikir akibat keterbatasan pemikiran manusia.

Umat nasrani pada masa dahulu pernah salah dalam menafsirkan injil dari bahasa aslinya sehingga mengatakan bahwa matahari mengelilingi bumi (paham geosentris, yaitu bumi sebagai pusat tata surya). Jika tidak berhati-hati dalam menafsirkan alquran, seorang dapat jatuh kedalam kesalahan yang sama. Misalnya ayat yasin ayat 40 yang menerangkan bahwa matahari memiliki garis edar. Ayat tersebut baru dapat dijelaskan ketika manusia mengetahui bahwa ternyata matahari memiliki garis edar menuju pusat galaksi bima sakti.

Jika terjadi kesalahan, kita sebagai manusia yang melakukan kesalahan karena katerangan Alquran yang belum dapat kita pahami secara benar. Surat Al-‘Ankabut ayat 49 menerangkan bahwa kebenaran Al-quran akan diakui kebenarannya oleh orang yang memiliki ilmu. Namun, ada yang bertambah keimananya dan ada juga yang ingkar setelah mengetahui kebenaran itu.

بَلۡ هُوَ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتٞ فِي صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَۚ وَمَا يَجۡحَدُ بِ‍َٔايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلظَّٰلِمُونَ

Baca Juga  Manfaat Bekam Bagi Kesehatan

 

“Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.” (QS. Al-‘Ankabut: 49)

Pernyataan Alquran bahwa tidak ada yang mengingkari ayat Allah mengandung makna bahwa ayat Alquran selalu sesuai dengan semua kejadian di alam semesta. Tidak ada fenomena yang bertentangan dengan AIquran, namun kebenaran tersebut diingkari oleh orang yang zalim. Inilah mukjizat Islam dan keajaiban Alqur’an, hanya ulama yang memiliki pengetahuan atau orang yang mengetahui serta menyadari kebesaran dan kekuasaan Allah yang takut kepada-Nya.

وَمِنَ ٱلنَّاسِ وَٱلدَّوَآبِّ وَٱلۡأَنۡعَٰمِ مُخۡتَلِفٌ أَلۡوَٰنُهُۥ كَذَٰلِكَۗ إِنَّمَا يَخۡشَى ٱللَّهَ مِنۡ عِبَادِهِ ٱلۡعُلَمَٰٓؤُاْۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ ٢٨

“Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Fathir: 28).* (ridwan abdullah sani/mushalli)

(¹) Ada yang menafsirkan bahwa maknanya ialah Allah membangkitkan manusia yang sudah meninggal di akhirat kelak. Namun, ada juga yang menafsirkan bahwa ini maknanya ialah perkembangan makhluk berikutnya (evolusi) 

sumber: sains berbasis Al-Quran

Kewajiban Menelaah Fenomena Alam Semesta Sesuai Al-Quran

Artikel Terkait