Skip to content

Masuk Islam, Politisi Anti Islam Ini Rela Dipecat dari Partai

Foto Maxence Buttey ( muallaf )
Foto Maxence Buttey ( muallaf )

Masih ingat dengan Maxence Buttey, anggota partai sayap kanan Front Nasional Prancis (FN) yang masukĀ Islam pada Oktober kemarin?

Anggota dewan kota di Noisy le Grand, Timur Perancis itu kini dipecat dari keanggotaan partai. Dilaporkan OnIslam.net, Jumat 12 Desember 2014, pemecatan itu atas desakan anggota partai lainnya yang terkejut dengan keputusan Buttey masukIslam.

Kepada Le Parisien, Buttey menyatakan bahwa sudah terlalu banyak prasangka buruk dan diskriminasi terhadap Islam dalam Partai FN, France 24 melaporkan, 10 Desember 2014.

Menurutnya pemimpin partai Marine Le Pen dan jajaran kepemimpinan nasional lainnya tidak bisa membedakan urusan pribadi dan publik.

Buttey, 22 tahun, menyatakan masuk Islam dengan mengirim video kepada kepada para anggota Partai FN. Di video itu, ia memuji Alquran dan mengajak anggota partai lainnya memeluk Islam.

Tindakan Buttey ini tak pelak membuat Marine Le Pen murka sehingga keanggotaannya untuk sementara ditangguhkan.

Namun penangguhan itu kini diubah menjadi pemecatan setelah muncul seruan dari anggota partai lainnya, termasuk keponakan Le Pen, Marion Marechal-Le Pen.

Menanggapi seruan tersebut, Sekretaris Jenderal Partai, Jordan Bardella di Noisy le Grand memutuskan pada Selasa lalu bahwa Buttey sudah dipecat dari partai.

Bardella mengatakan Buttey adalah ‘seorang anak yang tidak stabil, pemalu dan memiliki kemampuan bekerja dalam tim yang terbatas’.

Kendati dipecat dari partai pengusung, Buttey masih tetap berstatus sebagai anggota dewan kota di Noisy le Grand.

“Sejak peristiwa video itu, saya tidak mengatakan dan melakukan apa-apa untuk mempromosikan agama saya. Mereka menghukum saya hanya karena keyakinan agama saya,” katanya.

Partai pimpinan Le Pen mengambil sikap anti-Islam selama bertahun-tahun. Le Pen keberatan sekolah-sekolah menyajikan daging halal.

Baca Juga  Hidayah Menyapanya

Dalam kampanye 2010 silam, dia membandingkan salat berjamaah di jalan-jalan seperti barisan tentara Nazi yang menguasai Perancis. (alkuin/baitulmaqdis.com)

Sumber : Dream.co.id

Artikel Terkait