Skip to content

Video Sikap Mui Terhadap Kristenisasi Dan Pemurtadan

BaitulMaqdis.com – Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Welyya Safitri meminta warga kediri untuk melaporkan isu kristenisasi terhadap anak-anak muslim di Gunung kelud, kepada MUI Jawa Timur. Hal ini disampaikan di kantor MUI Jakarta pusat pekan ini. Permintaan ini merupakan tanggapan MUI atas Video berdurasi 47 detik itu diunggah di Youtube pada 15 September 2014. Dalam video tersebut, tampak anak-anak berjilbab menyanyikan lagu Pujian Yesus.

Welyya Safitri yang juga pernah aktif sebagai politisi senior Partai Amanat Nasional ini, menambahkan bahwa kasus tersebarnya video upaya kristenisasi terhadap anak-anak muslim Kelud harus dilakukan klarifikasi supaya jelas kebenarannya.

“Terkait kasus kristenisasi, harus kita cari data dulu. Tidak boleh kita langsung menjust. Harus dilakukan pengkajian terhadap informasi yang didapatkan dari masyarakat ini akan kami bawa ke Komisi Pengkajian. Komisi Pengkajian akan melihat sejauh mana dampak kristenisasi tersebut. Setelah itu kita akan lakukan tindakan-tindakan. Iujarnya saat diwawancara di kantor MUI Pusat Jakarta.

Beliau juga berpesan kepada warga Kediri untuk mencegah aksi pemurtadan dan kristenisasi tersebut. Karena masing-masing daerah ada Ustadz atau Ulama yang menangani kasus ini. (Alquin/BaitulMaqdis.com)

Lihat selengkapnya diĀ Video Sikap Mui Terhadap Kristenisasi Anak Muslim Kelud, Kediri

Sumber : TV MUI

sikap mui terhadap video kristenisasi kelud
Gambar Potongan Dari Video di You Tube Terlihat Anak-anak Muslim Bernyanyi Lagu Yesus

 

Baca Juga  Pembangunan Masjid Manokwari Batal, Arimatea: Menyalahi UUD 45

Artikel Terkait