Skip to content

Fakta dan Data Kristenisasi di Kabupaten Mojokerto (Part 1)

Fakta dan Data Kristenisasi di Kabupaten Mojokerto (Part 1)

Peta Kabupaten Mojokerto
Peta Kabupaten Mojokerto

(Baitulmaqdis.com) Mojokerto, mungkin yang akan terlintas dibanak anda adalah Kerajaan Majapahit. Ya, Kabupaten Mojokerto inilah yang dahulu menjadi pusat Kerajaan Majapahit. Namun pada kesempatan kali ini kami tidak sedang mengajak anda untuk memperlajari perihal Kerajaan Majapahit. Akan tetapi kami akan memaparkan kepapa anda fakta dan data Kristenisasi yang ada dikabupaten yang berbatasan dengan Kabupaten Lamongan dan Kota Batu Malang tersebut.

Pada tanggal 6 Agustus 2014 utusan Yayasan Baitul Maqdis yang sedang berada di Lamongan melakukan perjalanan ke Kabupaten Mojokerto setelah sebelumnya mendapatkan laporan dari koordinator da’i bahwa selain di Lamongan bagian selatan, Kristenisasi juga terjadi di daerah bagian utara dan selatan Kabupaten Mojokerto. Setelah melakukan perjalanan cukup jauh sekitar 5 jam dari pantura Lamongan dengan medan yang sedikit menantang akhirnya kami sampai di lereng Gunung Wlirang, yang kemudian kami juga naik ke gunung tersebut sedangkan sinyal sudah sama sekali tidak kami dapatkan, dan ketika ditengah-tengah kami melihat desa-desa yang menjadi basis Kristenisasi. Pada akhirnya kami berhasil mencapai desa paling selatan dari Kaupaten Mojokerto yang mana desa tersebut terletak ditebing Gunung Wlirang.

Setelah bercakap-cakap dengan masyarakat di sana akhirnya kami mendapatkan info bahwa memang Kristenisasi di daerah tersebut cukup masif. dan

Gunung Wlirang
Gunung Wlirang

akhirnya kami memutuskan untuk melakukan survei serta data dari masyarakat, yang akhirnya kami mendapatkan data tentang Kristenisasi di daerah Mojokerto bagian selatan, dalam hal ini baru di kecamatan Gondang Mojokerto adapaun kecamatan yang lain insya allah menyusul:

KEGIATAN DAN PROGRAM KRESTENISASI DI KECAMATAN GONDANG, MOJOKERTO :

 

  1. Membeli dan membebaskan tanah warga dengan harga yang lebih mahal, kemudian tanah tersebut digunakan untuk kepentingan pihak Kristenisasi.
  2. Menyewa tanah / sawah untuk usaha.
  3. Mendirikan perumahan-perumahan untuk umat kristiani.
  4. Memberi santunan kepada warga miskin dan memberi beasiswa kepada anak anaknya.
  5. Memberi lapangan pekerjaan kepada warga/pemuda .
  6. Pemurtadan melalui pernikahan.
  7. Kegiatan kebaktian berpindah-pindah dari gereja satu ke gereja yang lain atau dalam kasus didaerah lain disebut ‘mengundang jemaat dari luar”.
Baca Juga  Inilah Nama-Nama Gereja Ilegal di Aceh Singkil

Selain agama Kristen daerah ini juga masih ada kelompok berhaluan kiri atau komunis dan juga umat agama Hindu mengingat daerah ini adalah bekas kerajaan Majapahit dahulu, oleh karena itu kami paparkan tentang data tempat ibadah Di Kecamatan Gondang, Mojokertoberikut ini:

 

No Desa Islam Gereja Kristen Pure Hindu
Masjid Mushola
1 Gumeng 1 2
2 Begagan Limo 2 3 1
3 Kalikater 1 7 1
4 Dilem 1
5 Ngembat 3 2 1
6 Jati Dukuh 4 17 2 1
7 Beneng 6 28
8 Karag Kuten 3 17
9 Tawar 4 19
10 Pohjejer 3 16 1(sekolah Minggu) 1
11 Wonoploso 2 14 1 1
12 Pugeran 3 10 1
13 Gondang 2 17
14 Kebontunggul 3 6
15 Kemasan Tani 2 10
16 Padi 3 4
17 Bakalan 3 6
18 Centong 10 18
JUMLAH 56 186 7 4

 

Walaupun dengan jumlah tempat ibadah yang sedikit mereka sangat massif dalam melancarkan misinya, mengingan daerah tersebut sangat dekat dengan Kota Batu Malang yang menjadi pusat Kristenisasi Jawa Timur serta dekat dengan daerah Jombang yang menjadi pusat GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan) dan daerah tersebut juga masuk dalam zona merah radius rawan pemurtadan. (A.D. Ulinnuha Arwani)

Sumber :

–          Survei Lapangan Yayasan Baitul Maqdis tertanggal 06/08/2014

–          Kiriman data dari masyarakat Gondang.

Artikel Terkait