Fakta & DataInfo Terkini

Banjir Mualaf Di Kota Injil

Menilik Perkembangan Mualaf di Sulawesi Utara

Manado, yang juga dikenal dengan julukan kota Injil, merupakan kota dengan penduduk mayoritas kristen, sehingga tidak mengherankan jika di kota ini berdiri dengan megah patung Yesus Memberkati setinggi 50 meter dengan alas setinggi 20 meter.

Patung Yesus Memberkati ini menjadi icon yang menunjukkan bahwa Kota Manado sebagai kota Injil

Patung ini terletak di daerah perbukitan Citraland, Winangun, Manado, Sulawesi Utara. Karena kemegahannya, patung ini tercatat di mueseum Rekor Indonesia sebagai patung Yesus tertinggi di Indonesia pada Desember 2007

Suasana kekristenan di daerah ini sangatlah kental, apalagi memasuki bulan Desember atau menjelang Natal seperti tahun 2023 ini. Pernak-pernik Natal mulai menghiasi jalanan dan pertokoan. Begitu pula dengan lagu-lagu Natal, mulai ramai terdengar di gereja-gereja, mall-mall  dan rumah-rumah penduduk kristen di kota 1001 gereja ini.

Sebutan kota 1001 gereja ini menunjukkan Manado dan sekitarnya merupakan kota yang memiliki jumlah bangunan gereja yang begitu banyak, yakni Gereja Protestan memiliki 866 gedung dan Gereja Katolik, memiliki 26 bangunan sehingga total gedung gereja yang ada di Manado, sebanyak 892 gedung gereja. sedangkan jumlah bangunan geereja se-Sulawesi Utara sebanyak 5.938 gedung. Jumlah yang sangat fantastis, maka wajar jika perayaan-perayaan hari-hari besar umat Krisen, seperti menyambut Paskah dan Natal dilaksanakan dengan sangat meriah oleh warga Sulawesi Utara.

Namun suatu hal yang menarik yakni pertumbuhan Mualaf Sulawesi Utara beberapa tahun belakangan ini sangat pesat. Ust. Rio Efendi Turipno selaku ketua Yayasan Pembina Mualaf “At Tauhid Wilayah VI, meliputi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (SULUTTENGGO), hampir setiap hari menuntun warga Manado, Bitung, Minahasa dan sekitarnya untuk mengucapkan kalimat syahadat.

Ketertarikan mereka terhadap Islam sangat beragam. Ada yang melalui proses mencari kebenaran, berdiskusi, serta mengagumi ajaran Islam. Ada pula yang disebabkan karena faktor perkawinan. Bahkan beberapa diantara mereka adalah anak berusia 8 dan 12 tahun datang diantar langsung oleh orang tuanya (Kristen), untuk menyerahkan anaknya memeluk agama Islam, di antaranya:

Artikel Terkait  Sejarah Baitul Maqdis
Gerbang Pintu Masuk Manado di tepi Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat (29/5/2020).
KOMPAS/KRISTIAN OKA PRASETYADI (OKA)

1. Bocah usia 8 tahun Memeluk Islam
Noah, anak laki-laki berusia 8 tahun, ia tinggal hanya bersama ayahnya saja. Noah tertarik dengan Islam, sejak setahun yang lalu. Menurut ayahnya, hal ini berawal dari Noah sering mengikuti teman-temannya bermain di halaman masjid, namun saat tiba waktu shalat, dirinya tidak bisa mengikutinya, karena Noah masih beragama Kristen. Padahal keinginannya untuk bisa shalat bersama-sama teman-temannya begitu besar, tapi terhalang hanya karena dirinya bukan seorang Musim.

Akhirnya, Noah pun menyampaikkan keinginannya kepada sang ayah untuk dapat memeluk agama Islam. Ayahnya menolak keinginan Noah karena beranggapan jangan sampai Noah hanya sekedar ikut-ikutan saja, karena tempat bermainnya di masjid dan rata-rata temannya beragama Islam. Kemudian ayahnya memutuskan untuk pindah tempat tinggal ke tempat lainnya yang cukup jauh dari masjid tempat anaknya bermain.

Namun, siapa sangka ditempat tinggal yang baru justru Noah mencari masjid terdekat untuk melaksanakan shalat 5 waktu tanpa sepengetahuan ayahnya. Dan seiring berjalannya waktu ayahnyaa mengetahui bahwa Noah telah melaksanakan shalat di Masjid.

Melihat ketekunan Noah dalam menjalankan shalat 5 waktu di Masjid itu kemudian menggerakkan hati sang ayah untuk mengantarkan anaknya ke Masjid dalam rangka memeluk Islam. Sebelum melaksanakan shalat Tarawih di hari pertama bulan Ramadhan 2023 kemarin, Noah mengucapkan dua kalimat syahadat dan disaksikan oleh ayahnya. Kemudian Noah sendiri yang memilih nama untuk dirinya menjadi Muhammad Zakir.

2. Steven Muhammad Al Fatih

Rabu, 16 Maret 2022 Steven seorang pemuda Katolik datang menemui Ust. Rio Efendi Turipno di Masjid Agung Nurul Huda Kota Bitung, mereka berdiskusi terkait konsep ketuhanan. Diskusi berlangsung cukup panjang yang akhirnya, Steven mengakui bahwa selama ini ia mulai meragukan tentang ketuhanan Yesus dan lebih meyakini bahwa Yesus hanyalah seorang utusan.

Artikel Terkait  Peta kristenisasi Di Kabupaten Lamongan

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17: 3)

Keraguan itu telah hadir dalam pikirannya sejak ia duduk dibangku SMP. Diskusi demi diskusi ia lakukan bersama teman-temannya, tetapi sayangnya saat itu ia belum mendapatkan jawaban yang memuaskannya, malah semakin banyak pertanyaan yang hadir dalam fikirannya.

Alhamdulillah setelah diskusi panjang lebar dengan Ust. Rio Efendi Turipno, Steven mantap utk memilih Islam sebagai agamanya. Dan tepat di Hari Jumat, 18 Maret 2022, menjelang shalat Jumat Steven mengucapkan dua kalimat syahadat dihadapan Ust Rio, di Masjid Agung Nurul Huda Kota Bitung. Kemudian beliau mengganti namanya menjadi Steven Muhammad Al Fatih.

3.  Pulang Ziarah Dari Yerussalam Malah Memeluk Islam

Anggraine Lungkang, wanita kelahiran Manado berusia 26 tahun ini memiliki pengalaman unik, dimana sekembalinya beliau dari ziarah ke Yerussalem, beliau bermimpi didatangi dua orang wanita berkerudung. Kedua wanita tersebut mendekatinya dan memperkenalkan diri mereka dengan nama Aisyah dan Az Zahra. Nama yang asing bagi Anggraine, karena sepanjang hidupnya ia jangan mendengar kedua nama tersebut dipakai dikalangan sahabat-sahabatnya.

Kedua wanita yang berada dalam mimpinya memberikan sebuah buku yang berisikan tulisan yang sulit dibaca oleh Anggraine, yang belakangan kemudian diketahui bahwa buku yang bertuliskan huruf arab tersebut adalah Kitab Suci Al Quran.

Setelah tersadar dari mimpi timbul rasa penasaran dalam hati Anggraine yang kemudian membuatnya mencari tahu siapakah sosok dari kedua wanita yang hadir dalam mimpinya tersebut melalui internet. Ternyata nama dari dua wanita tersebut merupakan nama dari Istri dan putri kesayangan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Artikel Terkait  Sejarah Kristenisasi di Indonesia Bag 2

Lambat laun, Anggraine pun mulai tertarik dengan ajaran Islam. Akhirnya pada hari Senin, 11 Desember 2023 beliau mengikrarkan dua kalimat syahadat dihadapan Ust. Rio Efendi Turipno dan resmi menjadi muslimah baru.

Ini adalah beberapa kisah mualaf dari sekian banyak orang yang memeluk ISlam di Manado dan sekitarnya. Dan apa yang terjadi hari ini dikota berjulukan sebagai kota 1001 gereja ini, telah digambarkan Allah dalam Al Quran sebagaimana berikut;

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, maka engkau akan melihat manusia  berbondong-bondong masuk (ke dalam) agama Allah.” (Qs. An Nasr: 1-2)

Sumber: buletin Yayasan Pembina Muallaf ‘At Tauhid’ Wilayah VI

Related Articles

Back to top button