Skip to content

400 ribu Orang Murtad di Aceh Utara

Awas Kristenisasi dan Pemurtadan

(BaitulMaqdis.com) Di Aceh kondisi aqidah umat Islam sangat mengkhawatirkan, di mana menurut penuturan seorang pendeta yang sudah masuk Islam, George Panjaitan, yang sekarang belajar agama dengan Prof. Mustafa Ya’cub, di Pondok Darus Sunnah, Ciputat, mengatakan orang Aceh Utara yang murtad jumlahnya mencapai 400.000 orang, di empat desa di wilayah itu.

Peristiwa banyaknya orang Aceh yang murtad itu berlangsung, antara 2006-2007.Jika benar informasi dari mantan pendeta George Panjaitan ini, sungguh sangat luar biasa proses pemurtadan yang berlangsung di Aceh. Padahal, selama ini Aceh dikenal dengan Serambi Makkah.

Organisasi gereja internasional, memang mereka terjun di Aceh saat terjadi tsunami yang sangat hebat, dan meluluh-lantakkan Aceh. Banyak organisasi gereja dengan “cover” LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) bergerak di Aceh, membantu korban tsunami. Mereka yang melakukan kegiatan di Aceh, tidak terlepas dari kepentingan mereka, menyebarkan agama, dan melakukan pemurtadan.

Tokoh dan pendeta kristen-yahudi, Abraham Ben  Elizer Suradi, di tahun 2001, di fatwakan hukuman mati oleh KH.Athian Ali, Bandung, karena selalu menjelek-jelekkan dan menghujat Islam, kemudian Suradi lari ke Amerika, dan meninggal dunia di California, Amerika Serikat, belum lama.

Sejumlah rabbi yahudi, hadir dan memberikan khutbahnya, sebelum Suradi dimasukkan liang lahat, karena jasanya menghujat Islam. Sekarang masih banyak pendeta yang menghujat Islam dengan cara-cara yang sangat keji.

Insan Mokoginta, sebagai kristolog terus melakukan pendidikan kepada berbagai da’i, kerjasama dengan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), di daerah-daerah, seperti di Bandung, Surabaya, Aceh, Manado, dan sejumlah kota lainnya, di Indonesia.

Mengajari para da’i memberikan pengertian kepada umat Islam, agar tidak terjerumus ke dalam agama kristen. Wallahu’alam. (Voa-Islam/Alquin/BaitulMaqdis.com

 

Artikel Terkait