Bukti Bahwa Muhammad Adalah Seorang Utusan Allah

muhammadBukti Bahwa Muhammad Adalah Seorang Utusan Allah

(BaitulMaqdis.com) –

Salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad Saw adalah prediksi Nabi terkait kejadian yang belum terjadi. Kejadian itu selalu dibuktikan oleh waktu yang tak meleset sedikit pun. Jika Nabi Muhammad Saw meng­informasikan suatu berita yang tidak terbukti seperti yang telah diinformasikan Nabi, tentu itu menjadi bukti kebohongannya. Namun faktanya, hal-hal yang diinformasikan Nabi terbukti semua.

Sejumlah cendekiawan dan orang jenius berani menginformasikan sesuatu tentang diri mereka atau tentang hal lain. Namun seiring perjalanan waktu, diketahui ramalan atau prediksi itu tidak terbukti sama sekali. Waktu justru membuktikan hal sebaliknya. Dengan didukung kesempatan yang luas, situasi yang mendukung, sarana yang kuat, banyak pendukung, banyak pengikut, dan keberhasilan gemilang sebelumnya. Mereka sudah sangat yakin berada di rel yang tepat. Mereka percaya diri untuk menginformasikan hasil tertentu dengan sangat percaya diri. Namun, waktu meruntuhkan dan mematahkan semua klaim mereka.

Sebaliknya, waktu selalu membuktikan kebenaran semua informasi prediktif yang disampaikan Al-quran. Padahal, kondisi danSituasinya tidak mendukung. Informasi prediktif yang faktanya memang terbukti seperti diinformasikan sejarah pada kita telah menyebabkan pengetahuan terkait kebendaan kita bisa menjelaskannya. Kita pun terus mengkajinya dengan bantuan pengetahuan aspek kebendaan kita itu. Namun, kita tidak pernah bisa menemukan hakikatnya. Akhirnya, kita pun menisbatkannya pada sesuatu yang immaterial.

Napoleon Bonaparte diketahui sebagai panglima besar tentara pada masanya. Penaklukan-penaklukan awalnya menunjukkan ia akan menjadi pesaing kaisar dan Alexandar di Macedonia. Hal ini berakibat kesombongan menghampiri kepala Napoleon. Ia bahkan menganggap prestasinya itu sebagai jalan keluar atas semua masalah.

Ia merasa dialah yang menguasai takdir. Perasaan ini semakin hari semakin menjadi-jadi. la tak mau lagi berembuk merembuk dengan penasihat-penasihatnya. la mengira takdinya hanya selalu kemenangan atas siapa pun di muka bumi ini. Namun seperti diketahui. Akhir cerita Napoleon seperti apa. Takdirnya tak seindah yang dibayangkannya.

Napoleon melakukan perjalanan dari Paris pada tanggal 2 luni 1815 bersama pasukannya dalam jumlah besar untuk melakukan penyerangan pada musuh-musuhnya. Saat itu mereka berada di jalan. Belum genap enam hari, pasukan Duke Wellington memukul mundur pasukan Napoleon yang lalim di daerah waterloo Belgia.

Baca Juga  Mukjizat Makan Sehat Ala Rasulullah

Suatu kekalahan terburuk yang dialami pasukan Napoleon. Saat itu Duke memimpin tentara Inggris, Jerman, dan Belanda. Ketika Napoleon putus asa. ia terpaksa harus melarikan diri mendiri ke arah Amerika. Sebelum sampai di tepi pantai polisi pantai terlebih dulu menangkapnya, la pun dibawa naik kapal ke arah wilayah laut Inggris.

Takdirnya pun berakhir ketika dia dikirim ke pulau terpencil di sebelah selatan laut Atlantik. Pulau itu diketahui bernama Saint Helena. Panglima tentara yang congkak ini pun mati di pulau ini setelah bertahun-tahun lamanya ia merasa sangat kuat, berkuasa, dan hebat, la mati pada tanggal 5 Mei 1821.

Propaganda komunisme yang populer mewartakan bahwa negara pertama yangakan dikuasai revolusi komunisme adalah Jerman. Anehnya, meski sudah 120 tahun berlalu dari prediksi itu, lembaran sejarah Jerman tetap saja tidak dihampiri revolusi yang diprediksikan itu.

Pada Mei 1849 Kari Marx menulis bahwa negara komunis akan berdiri tegak di bawah langit Paris. Padahal, sudah lebih seabad berlalu, matahari negara komunis tidak juga menyinari penduduk Paris.

Adolf Hitler dalam pidatonya yang populer di Munich pada tanggal 14 Maret 1931, “Saya sudah berada di jalan yang tepat. Saya sangat percaya bahwa kemenangan sudah ditetapkan untuk saya.” Sekarang semua orang tahu bagaimana akhir cerita Jendral Besar Jerman itu. Ia kalah dan bunuh diri.

Di tengah maraknya ramalan dan situasi yang berkembang tanpa henti, hanya Al-quran yang diberikan Allah sebagai senjata Nabi-Nya yang bernama Muhammad bin Abdullah, yang selalu terbukti ungkapan dan sabdanya, dalam setiap peristiwa.

Kenyataan ini sesungguhnya sudah cukup untuk membuktikan bahwa Kitab Suci ini berasal dari Allah Swt, Yang Mahatahu segala yang akan terjadi semenjak zaman azali hingga Kiamat nanti.

Berikut ini akan dijabarkan berita yang berkaitan dengan kemenangan Islam. Ketika Nabi Muhammad Saw memulai dakwahnya. Jazirah Arab sedang berada dalam kondisi buruk. Nabi harus menghadapi tiga konfrontasi dalam waktu yang bersamaan.

Baca Juga  Mukjizat Islam : Keajaiban Fenomena Adzan di Seluruh Dunia

Pertama, suku musyrik yang telah menjadi musuh sepanjang hidup beliau.

Kedua, kapitalisme Yahudi.

Ketiga, kaum munafikin yang telah menyusup ke dalam tubuh umat Islam untuk melakukan pembusukan dan perongrongan dari dalam.

Nabi berjuang untuk kepentingan risalah luhur dari Tuhan melawan setiap perlawanan ini: kekuatan kaum musyrikin, kapitalis Yahudi, dan orang munafik. Beliau berdiri tegak di hadapan topan yang lalim. Keberanian yang tidak ada tandingannya.

Hanya sedikit sahabat Muhajirin, sahabat Ansar, dan sekelompokbudak yang membantunya dalam semua perjuangan berat itu. Yang tidak diragukan lagi, beliau berhasil mengajak bergabung sebagian pembesar Quraisy. Namun, pembesar Quraisy lain secepat mungkin memutus akses dengan keluarga, kerabat dan tradisi orang-orang yang mengikuti Nabi. Semua Itu dilakukan sebagai bagian dari bentuk permusuhan terhadap Nabi.

Di Mekah gerakan Nabi ini mengalami perlawanan yang sengit. Nabi dan para pengikutnya pun menyusun kekuatan di Madinah. Padahal, saat itu mereka berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Ini disebabkan karena mereka tidak membawa sedikit pun harta kekayaan mereka yang ada di Mekah, yang merupakan tanah kelahiran mereka.

Penderitaan kaum Muhajirin yang saat itu tinggal di Masjid Nabawi bisa tergambar ketika mereka tidak memiliki tempat tinggal yang lain. Mereka bahkan hanya tinggal di serambi masjid yang terletak di halaman Masjid Nabawi. Merekalah yang kemudian disebut sebagai Ahlush-Shuffah (Penghuni Serambi Masjid).

Seperti yang diriwayatkan dalam beberapa buku sejarah, dalam beberapa kesempatan jumlah para sahabat yang tinggal di serambi masjid itu mencapai empat ratus orang.

Diriwayatkan satu informasi dari Abu Hurairah r,a, yang menyaksikan ada 70 orang yang salat dengan menggunakan satu baju. Di antara 70 orang itu ada yang bajunya hanya sampai pada dua lututnya.

Ada juga yang bahkan lebih ke atas lagi. Setiap kali mau rukuk, sahabat-sahabat itu menarik ke bawah bajunya karena khawatir auratnya akan terlihat. Informasi lain dari Abu Hurairah r,a. menyebutkan bahwa suatu kali ia tersungkur di antara mimbar yang biasa digunakan Nabi Muhammad Saw dan kamar Aisyah.

Baca Juga  YESUS MELARANG BERDAKWAH KE INDONESIA

Ia tersungkur karena kelaparan. Saking laparnya, ia pun akhirnya pingsan. Lalu ada yang datang. Orang ini meletakkan kakinya di leher Abu Hurairah. Orang itu mengira Abu Hurairah sudah gila. Padahal, ia tidak gila. Semua itu terjadi akibat lapar (HR Al-Tirmidzi). Dalam kondisi yang memprihatinkan ini. kaum Muslimin benar-benar dalam kondisi yang terburuk. Mereka beratapkan langit Madinah. Padahal saat itu mereka benar-benar ketakutan Mereka khawatir tiba-tiba musuh datang menyerang. Dalam kondisi seperti itulah, Alquran datang memberi kabar gembira dari waktu ke waktu.

“Allah telah menetapkan, ‘Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang,Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi AI Perkasa,” (QS.Almujadalah[58]:21).

“mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, ucapan orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus rasul-nya (dengna membawa) petunjuk (alquran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama. Walaupun orang-orang musyirikin tidak menyukai.” (QS. At-aubah [9]:32-33)

kabar gembira ini tidak butuh waktu lama untuk terealisasi. Tak lama berselang, kaum Muslimin menguasai semua Jazirah Arab. Sekelompok kecil orang yang tidak punya apa-apa, tidak punya kendaraan dan persenjataan yang lengkap, mampu mengalahkan musuh-musuh yang memiliki bala tentara yang besar, dukungan dana yang kuat, dan persiapan yang matang. Sampai pada titik ini, kita menjadi tidak bisa menjelaskan prediksi ini dengan menggunakan perangkat teori materialisme, kita hanya bisa menyerahkan sepenuhnya kepada Nabi yang telah menginformasikan kabar gembira itu sebelumnya, la hanya menyampaikan apa yang dititahkan oleh Allah, pemilik jagat raya ini Jika Muhammad adalah manusia biasa, tentu sangat mustahil bila semua yang dikatakannya dibuktikan oleh sejarah.* (ensikplopedi mukjizat alquran dan hadits/mushalli)

Hot Posts

Facebook Yayasan Baitul Maqdis

Facebook By Weblizar Powered By Weblizar

Mari Raih Pahala dan Kebaikan !

Dengan membagikan tautan ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki