Skip to content

Anda Bertanya, Muallaf Menjawab (Seri Ketujuh)

Muslims love Jesus too.
Muslims love Jesus too.

Because I Love Jesus
Anda Bertanya, Muallaf Menjawab (Seri Ketujuh)
Benarkah Yesus Mati Untuk Menebus Dosa Manusia?

BaitulMaqdis.com — Tulisan ini adalah artikel berseri yang secara langsung ditulis oleh Ust.Insan Ls Mokoginta pakar Kristologi Nasional peraih penghargaan muallaf award, silahkan disebarluaskan demi kemaslahatan umat.

Yoshua : Kami heran, mengapa umat Islam sulit percaya akan kematian Yesus di salib. Mana ada manusia seperti Yesus, karena begitu sayangnya agar doa manusia tertebus, sampai-sampai dia rela korbankan dirinya mati di salib.
Muallaf : Justru kami umat Islam yang heran, mengapa umat Kristiani begitu mudah percaya bahwa kematian Yesus di salib untuk menebus dosa. Menurut umat Islam, Yesus tidak mati di salib, yang mati itu adalah orang yang diserupakan dengan Yesus.

Yoshua : Tidak mungkin ada orang lain yang digantikan Tuhan untuk mati di salib sebagai pengganti Yesus.
Muallaf : Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Allah bisa saja berbuat menurut kehendak-Nya. Buktinya menurut Al-Kitab, ketika Abraham akan menyembelih Ishak, tiba-tiba Ishak, digantikan Allah dengan seekor kibas. Begitu juga menurut Al-Qur’an, saat Ibrahim hendak menyembelih Ismail, tiba-tiba Allah gantikan dengan seekor domba jantan bukan?

Yoshua : Menurut iman kami, memang harus Yesus yang mati di salib. Jika bukan beliau, maka sia-sialah iman kami. Karena kematian Yesus di salib itu dalam rangka untuk menebus dosa manusia.
Muallaf : Baiklah, biar saya gunakan Alkitab anda bahwa Yesus yang mati di salib, sebab sesuai yang tertulis di Al-Kitab anda memang Yesus yang di salib. Sebab jika menggunakan Al-Qur’an, sampai langit runtuh tidak akan ketemu masalahnya. Katakan benar Yesus mati di salib menurut kitab anda, tapi yang utama bagi kami, beliau bukan mati untuk menebus dosa, tapi beliau adalah ‘korban ketidak adilah hukum’ pada saat itu. Jadi beliau bukan mati menebus dosa, mati konyol karena salah hukum.

Baca Juga  Anda Bertanya, Muallaf Menjawab (Seri Keempatbelas)

Yoshua : Kok bisa saja bapak berpendapat seperti itu. Apa bisa bapak buktikan?
Muallaf : Baiklah saya gunakan Alkitab anda untuk membuktikannya. Sebab menurut keempat Injil, semuanya memberikan bukti Yesus korban salah hukum, korban ketidakadilan hukum pada waktu itu. Perhatikan kisah Yesus saat disidang oleh Pilatus, pada Injil Matius 27:11-26. Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri (Pilatus) bertanya kepada-Nya : Pilatus : “Engkaukah raja orang Yahudi?” Yesus : “Engkau sendiri mengatakannya,” Pilatus : Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia. Ia tidak akan memberi jawab apapun. Pilatus: “Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?” Tetapi Ia (Yesus) tidak menjawab suatu kata pun, sehingga wali negeri itu sangat heran. Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri membebaskan satu orang hukuman pada setiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Barabas.

Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata pada mereka: Pilatus: “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?” IA (PILATUS) MEMANG MENGETAHUI, BAHWA MEREKA TELAH MENYERAHKAN YESUS KARENA DENGKI. Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.” Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!” Dan seluruh rakyat itu menjawab: “Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!” Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan. Kesimpulannya: Yesus Mati Bukan Untuk Menebus Dosa, Tapi Karena Korban Ketidakadilan Hukum Pada Saati Itu.

Perhatikan Kematian Yesus Berdasarkan Injil Markus 15:1-15 sbb :
Pagi-pagi benar imam-imam kepala bersama tua-tua dan ahli-ahli Taurat dan seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mupakatnya. Mereka membelenggu Yesus lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus.
Pilatus : “Engkaukah raja orang Yahudi?” Yesus : “Engkau sendiri mengatakannya.” Lalu imam-imam kepala mengajukan banyak tuduhan terhadap Dia, tetapi Yesus tidak menjawab. Pilatus : “Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!” Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab lagi, sehingga Pilatus merasa heran. Telah menjadi kebiasaan untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu menurut permintaan orang banyak. Dan pada waktu itu adalah seorang yang bernama Barabas sedang dipenjarakan bersama beberapa orang pemberontak lainnya. Mereka telah melakukan pembunuhan dalam pemberontakan. Maka datanglah orang banyak dan meminta supaya sekarang kebiasaan itu diikuti juga. Pilatus : “Apakah kamu menghendaki supaya kubebaskan raja orang Yahudi ini?” IA (PILATUS) MEMANG MENGETAHUI, BAHWA IMAM-IMAM KEPALA TELAH MENYERAHKAN YESUS KARENA DENGKI. Tetapi imam-imam kepadala menghasut orang banyak meminta supaya Barabaslah yang dibebaskan bagi mereka. Pilatus : “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan orang yang kamu sebut raja orang Yahudi ini?” Mereka berteriak : “Salibkanlah Dia!” Pilatus: “Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?” Mereka makin keras berteriak : “Salibkanlah Dia!” Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.

Kesimpulannya : Yesus mati karena korban ketidakadilan hukum pada waktu itu, karena hasutan imam-imam, tua-tua, ahli Taurat dan Mahkamah Agama. Secara logika mestinya yang disalib itu Barabas, sebab jelas dia pembunuh. Jika Pilatus penegak hukum yang adil & benar, mestinya yang dibebaskan adalah Yesus kan?

Baca Juga  Anda Bertanya, Muallaf Menjawab (Seri Keenambelas)

(Bersambung)

Artikel Terkait