IbadahInfo Terkini

Agungnya Ibadah Shalat di Sisi Allah

Oleh: Ust. Farid Ahmad Okbah, MA

Ibadah Paling Agung

Dalam syariat Islam, tidak ada ibadah yang lebih agung setelah iman kepada Allah melebihi ibadah shalat. Allah subhaanahu wa ta’aala turunkan 80 ayat yang terkait dengan shalat. Nabi Muhammad ﷺ dipanggil lewat Isra dan Mi’raj untuk menerima perintah shalat langsung dari Allah tanpa melalui perantaraan malaikat. Bahkan, Keimanan itu sendiri oleh Allah dirangkaikan dengan shalat, sebagaimana firman-Nya;

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; sebagai  petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka (QS. Al-Baqarah: 2-3)

Umat Islam dari seluruh dunia sedang shalat menghadap Ka’bah, di Makkah al Mukarramah

Dalam firman-Nya yang lain, Allah menyebut shalat dengan istilah iman, sebagaimana ayat berikut;

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَن يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِن كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ

“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.” (QS. Al-Baqarah, 2: 143)

Halaman Berdonasi klik disini

Selain itu, shalat menjadi senjata ampuh bagi orang beriman untuk meminta pertolongan kepada Allah bersama dengan kesabaran. Allah Ta’ala berfirman;

Artikel Terkait  Akibat Meremehkan Perbuatan Maksiat

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 45)

Begitu pula, cara terbaik dan jitu agar seorang hamba dapat terhindar dari kemungkaran dan kemaksiatan adalah dengan mendirikan shalat,

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

“Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan dirikan (laksanakanlah) shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ankabut: 45)

Shalat juga disebut sebagai bentuk dzikir yang paling utama kepada Allah, hal itu karena agungnya nilai shalat sehingga mengagungkan ibadah yang disandingkan bersamanya. Nabi ﷺ menyebutkan bahwa:

« رَأْسُ اْلأَمْرِ اْلإِسْلاَمُ، وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ … ».

“Agama Islam itu inti dari segala urusan, adapun tiang agama itu adalah shalat.” (HR. At-Turmudzi. Shahih)

Tanda orang Islam itu disebut muslim, ya dengan mengerjakan shalat. Kalau muslim nggak shalat maka shalatkan dia sebelum meninggal karena dia bangkai, kata imam Syafi’i. Shalat itu adalah ibadah yang dipersiapkan dengan thaharah (berwudhu) dan menghadap kiblat dimulai gerakannya dengan takbir dan ditutup dengan salam.

Shalat adalah amalan para Nabi dan Rasul Allah.

Shalat harus mengikuti contoh Nabi ﷺ. Jadi nggak bisa orang cuma ‘eling-eling’ itu disebut shalat. Sebaiknya shalat jangan diganti dengan istilah sembahyang karena itu bisa bermakna lain tidak bisa memberikan pengertian shalat seutuhnya. Shalat ini adalah amalan para Nabi ‘alaihimus salam terdahulu.

Artikel Terkait  Ketua MUI Larang Orang Islam Pakai Simbol Natal

Nabi Musa ‘alaihissalam diperintah Allah agar shalat,

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

“Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS. Thaha: 14)

Nabi Isa ‘alaihissalam juga diperintahkan untuk  shalat,

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

“Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.” (QS. Maryam: 31)

Nabi Ismail ‘alaihissalam mengajarkan keluarganya shalat,

وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا

“Dan dia menyuruh keluarganya untuk (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat, dan dia seorang yang diridai di sisi Tuhannya.” (QS. Maryam: 55)

Begitu pula Nabi kita Muhammad ﷺ memerintahkan keluarga dan ummatnya untuk shalat,

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa. (QS. Thaha: 132)

Alqur’an mengingatkan kita agar jangan sampai lengah mendidik anak-anak supaya menjalankan shalatnya secara benar agar tidak lahir generasi yang abai terhadap shalat,

فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

“Kemudian datanglah setelah mereka pengganti yang mengabaikan shalat dan mengikuti hawa nafsunya, maka mereka kelak akan tersesat.” (QS. Maryam: 59)

Sebab itulah Lukman, hamba Allah yang shalih ini, sebagai orang tua mengajarkan anaknya setelah tauhid adalah shalat,

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Artikel Terkait  Mengokohkan Kalimat Tauhid di Dalam Jiwa

“Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.” (QS. Lukman: 17)

Malas Shalat adalah Tanda Munafik

Dan secara umum sebagai ummat Islam kita diperingatkan agar jangan berperilaku seperti orang orang munafik yang malas shalatnya,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

“Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud ria (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali. (QS. An-Nisaa, 4: 142)

وَمَا مَنَعَهُمْ أَن تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ

“Dan yang menghalang-halangi infak mereka untuk diterima adalah karena mereka kafir (ingkar) kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan salat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa).” (QS. At-Taubah: 54)

Carilah ketenangan hidup dengan shalat, dapatkan solusi atas setiap permasalahan dengan mendirikan shalat.

Shalat juga menjadi momen yang tempat untuk dapatkan solusi (jalan keluar) atas masalah yang menimpa seorang hamba, maka pantas saja Nabi ﷺ ketika ada masalah, beliau bergegas shalat bahkan beliau juga bersabda bahwa shalat juga berfungsi sebagai penenang bagi jiwa. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

« حُبِّبَ إِلَيَّ الطِّيبُ وَالنِّسَاءُ ، وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ ».

“Dijadikan pada diriku suka kepada wewangian dan istri-istri, dan dijadikan penyejuk mata penyenang hatiku di dalam shalat.” (HR. Ahmad, An-Nasaie, dan al-Hakim. Shahih)

Terlebih diuji Allah ﷻ dengan berbagai ujian hidup, perbanyak shalat seperti yang dicontohkan Nabi kita ﷺ.

Dengan semua keagungan ibadah shalat ini, masihkah kita enggan mendirikannya? Masih suka mengabaikannya? Takutlah kepada Allah. Wallahu a’lam.

Donasi Sekarang SEDEKAH SEKARANG

Related Articles

Back to top button