Menjelang Ramadhan, YBM Adakan Tabligh Akbar Bebas Buta Huruf Al-Qur’an di Pegunungan Menoreh

Ustadz Widjaja Rahmat

 

BaitulMaqdis – Alhamdulillah, Ahad 30/04/2017 Yayasan Baitul Maqdis (YBM) kembali mengadakan Tabligh Akbar di Masjid Arrohman Sonyo Pegunungan Menoreh, Wates, Kulonprogo, Yogyakarta yang mengangkat tema Kuatkan Iman, Bebas Buta Huruf Al-Qur’an yang disampaikan oleh Ustadz Widjaja Rahmat (Pembina Yayasan Baitul Maqdis) dan Ustadz Abdurrosyid (Da’i Cabang YBM Kulonprogo).

Ustadz Abdurrosyid dan Ustadz Widjaja Rahmat

Acara ini dihadiri sekitar 250 peserta yang diantaranya terdapat para muallaf dan dhu’afa, tema yang diusung atas kerja sama YBM pusat dan cabang ini berharap menjadi benteng keimanan yang kuat bagi warga muslim pegunungan Menoreh yang sangat rawan pemurtadan.

Peserta Akhwat Doc 1

Peserta Akhwat Doc 2

Peserta Ikhwan Doc 1

Pemateri dan Peserta

Ustadz Abdurrosyid selaku da’i dan perwakilan cabang Kulonprogo juga memberikan ceramah guna memperkuat tema yang disampaikan, beliau berharap menjelang bulan Ramadhan 1438H warga muslim pegunungan Menoreh bisa beribadah dengan maksimal dengan bekal ilmu dan keimanan yang kuat selepas acara Tabligh Akbar selesai. Dan juga semangat untuk membaca Al-Qur’an nanti di bulan Ramadhan.

Ustadz Abdurrosyid

Selain itu, Ustadz Widjaja Rahmat juga menyampaikan cara beragama yang baik yaitu dimulai dari hati, beliau berkata : “Jika hatinya baik, maka seluruh amalnya juga baik. Jadi keimanan itu hal yang paling penting dalam beragama”. Jelasnya. Beliau juga menekankan bahwa membaca Al-Qur’an adalah prioritas, agar harapan bagi warga muslim pegunungan Menoreh benar-benar bebas buta huruf Al-Qur’an.

Ustadz Widjaja Rahmat

Tabligh Akbar yang bertema Kuatkan Iman, Bebas Buta Huruf Al-Qur’an ternyata dimeriahkan oleh pembagian makanan kafarot dari muhsinin YBM, pembagian buku Panduan Dasar Muallaf Seri Syahadatain, dan pembagian seperangkat alat sholat dari KUA setempat.

Doc 1

Doc2

Doc3

Doc4

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.17.06
WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.17.06

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.17.06

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.17.19(1)
WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.17.19(1)

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.17.19(1)

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.20.45
WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.20.45

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.20.45

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.20.52
WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.20.52

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.20.52

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.21.49
WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.21.49

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.21.49

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.21.50(1)
WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.21.50(1)

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.21.50(1)

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.21.50
WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.21.50

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.21.50

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.21.51(1)
WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.21.51(1)

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.21.51(1)

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.21.51
WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.21.51

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.21.51

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.21.52
WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.21.52

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.21.52

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.24.03
WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.24.03

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.24.03

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.24.04
WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.24.04

WhatsApp Image 2017-05-01 at 22.24.04

Satu hal yang membuat kami kagum dan takjub adalah antusias peserta yang hadir saat itu. Rata-rata peserta yang hadir tempat tinggalnya jauh dari lokasi Tabligh Akbar. Menariknya, warga Dusun Gendu dan Dusun Sumoroto datang dengan kendaraan truk, mereka menempuh sekitar 10 – 15 Km jaraknya, tujuan mereka hanya untuk belajar Islam dan bertemu saudara seimannya.

Baca Juga  Peta kristenisasi Di Kabupaten Lamongan

Sungguh, suatu pemandangan yang indah jika kita tidak peduli tanpa memberikan kebaikan kepada saudara/i kita. Hampir mayoritas mereka berada di bawah garis kemiskinan, rumah-rumah yang berjauhan satu sama lain juga kerap menjadi kendala karna sulitnya berinteraksi sesama tetangga, apalagi saling meminta bantuan satu sama lain.

Pekerjaan pun hampir seluruh warga pegunungan Menoreh berprofesi sebagai pekerja serabutan. Sebab utama adalah jarak tempat tinggal ke sentral kota yang sangat jauh, kemudian tekstur tanah juga curam dan tidak layak, sehingga sulit untuk bercocok tanam.

WhatsApp Image 2017-05-02 at 08.35.14
WhatsApp Image 2017-05-02 at 08.35.14

WhatsApp Image 2017-05-02 at 08.35.14

WhatsApp Image 2017-05-02 at 08.35.15
WhatsApp Image 2017-05-02 at 08.35.15

WhatsApp Image 2017-05-02 at 08.35.15

WhatsApp Image 2017-05-02 at 08.35.16
WhatsApp Image 2017-05-02 at 08.35.16

WhatsApp Image 2017-05-02 at 08.35.16

Oleh karna itu, salah satu program unggulan kami adalah pemberdayaan ekonomi para muallaf dan dhu’afa di daerah rawan pemurtadan. Sehingga ekonomi mereka terbina dengan baik dan beribadah dengan nyaman dan tenang tanpa harus kesulitan memikirkan untuk mencari makan.

Yayasan Baitul Maqdis masih membuka kepada siapa saja yang tergerak hatinya untuk membantu saudara/i kita di Kulonprogo. Kepada siapa lagi mereka meminta bantuan? Jelas, hanya kepada kitalah sebagai sesama muslim harus membantu mereka.

LAPORAN KEUANGAN

Penerimaan

Total : Rp. 5.940.066

Penyaluran

  1. Transportasi : Rp. 1.550.000
  2. Konsumsi : Rp. 2.800.000
  3. Perlengkapan : Rp. 400.000
  4. Dokumentasi : Rp. 900.000

Total : Rp. 5.650.000

Sisa : Rp. 290.000 (Dipergunakan untuk program lain)

Mari raih keberkahan berlipat ganda dengan menyalurkan infaq, shodaqoh & zakat anda melalui Yayasan Baitul Maqdis :

Jemput donasi, Roziqin 0812.3457.7206/Telp : 021-87702911

Transfer ke REK : Bank Syariah Mandiri 7015.099.369 An. Yayasan Baitul Maqdis

Info Program : 0813-3000-0265

Sekretariat Yayasan Baitul Maqdis :

Baca Juga  Tragis, Terhimpit Ekonomi dan Musibah, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi

Jl Malaka Raya No.10 RT 003/01, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur 13460

 

Mari Raih Pahala dan Kebaikan !

Dengan membagikan tautan ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki