Sejarah Emas Dulu Hingga Papua

Sejarah Emas Papua

Sejak ribuan tahun yang lalu, emas mempunya nilai yang luar biasa tinggi. Dan harganya selalu naik dari tahun ke tahun. Emas adalah logam mulia yang sejatinya mempunyai sifat lembek mengkilap berwarna kuning dan cenderung berat.

Para ahli forensik fosil telah mengamati bahwa potongan-potongan emas alam yang ditemukan di gua spanyol digunakan oleh manusia Paleolitik sekitar 40.000 tahun sebelum masehi. Artinya emas sudah digunakan sejak lama. Penggunaan emas sebagai alat tukar tercatat sejak 3000 tahun sebelum masehi. Bukti ini terekam dalam jejak perhiasan canggih dan koin yang ditemukan di Irak yang memiliki rasio nilai emas dan perak dalam kode menes, seorang pendiri dinasti Mesir pertama. Dalam kode menes ini dinyatakan bahwa satu bagian emas sama dengan dua bagian perak. Sebuah bukti bahwa emas memiliki fungsi alat tukar pada saat itu. Lalu pada tahun 2500 SM di Mesir ditemukan jenis perhiasan emas pada makam raja Djer, raja dari dinasti pertama Mesir. Lalu pada tahun 2500 SM, Mesir membuat koin emas dengan sebutan khusus Sekel yang mempunyai berat 11,3 gram Emas murni. Dan sekel ini, menjadi standar alat tukar perdagangan antar bangsa. Subhaanallah.

Ternyata Mesir sudah menjadi negara yang sangat kaya dan mempunyai peradaban tinggi sejak lama.

Lahirnya Islam sebagai peradaban dunia yang dibawa Rasulullah memberikan perubahan yang cukup signifikan dalam penggunaan emas sebagai mata uang dalam aktivitas ekonomi.

Pada masa itu, satu koin uang logam dinar mempunya diameter 23 mm sudah ditetapkan dengan ukuran 22 karat dengan berat 4,25 gram emas.

Pada masa Islam abad pertengahan, tercatat beberapa penambang seperti biji besi, perak, timah dan emas. Untuk tambang emas yang paling fenomenal adalah pada zaman raja Mansa Musa dari Afrika Barat. Di tahun 1300an ini raja Mansa Musa dinobatkan sebagai orang yang terkaya dalam rentang waktu 1000 tahun terakhir oleh Celebrity Net Worth beberapa tahun lalu.

Baca Juga  Konsep Akuntansi dan Mukjizat Al Quran

Kebutuhan emas yang terus meningkat dari tahun ke tahun mengakibatkan kegiatan explorasi tambang emas tak pernah akan berhenti. Explorasi besar-besaran ini membuat daerah-daerah tambang di muka bumi makin berkurang.

Data nasional geografi mengatakan, 85 % dari semua emas pernah ditemukan sejak zaman dulu masih dipakai hingga saat ini. Ini berarti emas yang kita pakai tidak pernah ada yang kembali ke alam lagi untuk didaur ulang. Pentingnya tambang dalam peradaban atas ijin Allah maka harus tetap dalam koridor yang benar dalam pelestarian lingkungan. Apalagi penerbangan zaman dulu, banyak menggunakan bahan peledak dan sangat berpotensi merusak alam sekitar tambang. Allah menjelaskan dalam surat Al-A’raf ayat ke-56 :

Sulitnya membuat penambangan untuk bisa fokus kepada satu hasil tambang yang dituju membuat manusia terus mengembangkan pengetahuan akan ilmu pertambangan. Sejarah Islam mencatat Ibnu Sina sebagai salah satu pionir dalam pengelompokan mineral tambang yang menjadi dasar perkembangan geologi mineral. Ada lagi, muslim lain, yang bernama Al-Biruni yang berhasil mendiskripsikan lebih dari 100 mineral lengkap dengan varian karakteristik dan nilai ekonominya, termasuk menemukan cara menentukan berat 18 jenis mineral emas.

Hal ini membuat kebijakan liberalisasi mineral menjadi berkembang. Al-Biruni pula yang menemukan cairan menambang emas secara sederhana lewat kedalaman air. Betapa bangganya kita beberapa ilmuan muslim mempunyai karya besar dalam menentukan berbagai perkembangan ilmu dunia.

Tak semua wilayah atau negara di dunia dikaruniai kekayaan emas. Tercatat ada 10 Negara penghasil emas terbesari di dunia.

Yang pertama adalah Republik Rakyat Cina. Produksi emas cina naik 285 hingga 300 Ton sejak tahun 2008 hingga 2011 M. tidak hanya sebagai produsen, cina juga terkenal sebagai negara pemburu emas.

Baca Juga  Riba dan Dampak-Dampak Ekonominya (1)

Clothes perusahaan emas cina, diam-diam menumpuk emas sejak 2003 pada priode tahun 2003 hingga 2010 setidaknya 463 Ton emas telah diserap oleh Cina. Kabar terakhir menyatakan Cina telah menyimpan 2000 Ton emas. Tak heran jika Cina menjadi produsen emas nomor satu sejak tahun 2006. Tambang emas utama Cina berada di Henan, Yunan, dan Mongolia dalam.

Negara kedua adalah Australia, produksi emas Australia turun 2,3% dibandingkan tahun puncak produksi mereka di tahun 2008. Salah satu kawah galian Australia berada di Baralat.

Peringkat ketiga adalah Afrika Selatan. Produksi emas Afrika Selatan mencapai 402 Ton di tahun 2001. Dan terus menurun hingga 213 Ton di tahun 2009. Posisi nomor satu di tahun 2007 itu pun akhirnya berakhir dan turun ke peringkat tiga sekarang.

Negara keempat adalah Amerika Serikat. Negri Paman Sam ini ikut memproduksi 210 Ton di tahun 2010, angka yang hampir sama dengan produksi Afrika Selatan.

Sementara Indonesia urutan kedelapan. Indonesia merupakan produsen emas terpenting bagi dunia. Tahun 2009 Indonesia berhasil memperoleh produksi emas hingga 100 Ton. Sebagian besar emas di Indonesia berasal dari PT. Freeport Indonesia. Tak bisa dipungkiri Freeport adalah tambang emas terbesar di dunia. Dominasi freeport diatas gunung emas Papua dimulai sejak 1967. Tulisan  Lisa Pease, seorang penulis asal Amerika Serikat, dalam majalah Probe edisi Maret-April tahun 1996 berjudul “JFK, Indonesia, CIA & Freeport Sulphur” menyebutkan

Freeport atau yang bernama asli Freeport Sulphur, awalnya, nyaris bangkrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.

Tonggak kebangkitan Freeport terjadi pada bulan Agustus 1959, saat itu, Direktur Freeport Sulphur Forbes Wilson bertemu dengan Direktur Pelaksana East Borneo Company, membahas laporan penelitian kuno tentang gunung Ersberg di Papua.

Baca Juga  Mukjizat Al-Qur'an : Rahasia Kata Sujud Dalam Al-Qur’an

Laporan penelitian Jean Jaques Dozy tahun 1936 berisi tentang kekayaan alam Papua dan kandungan emas serta tembaga yang melimpah disekujur tubuh gunung ersberg. Survei pun dilakukan hasilnya tak pernah mereka kira, Forbes Wilson bahkan nyaris gila mengetahui bahwa kandungan emas di gunung Ersberg ternyata lebih besar dari pada tembaga. Bahkan konon, dari atas gunung Ersberg terlihat kemilau bila terkena sinar Matahari. Tanggal 1 Febuari 1960 Freeport Sulphur menandatangani kontrak kerja sama dengan East Borneo Company. Inilah yang menjadi awal explorasi emas besar-besaran di bumi cendrawasih.

Tahun 1980 freeport menggandeng McMoran milik “Jim Bob” Moffet  dan menjadi perusahaan raksasa terbesar di dunia dengan laba bersih 1,5 Milyar Dollar Amerika pertahun.

Istilah kota tembaga pura sebenarnya tidak cocok disandang oleh kota cendrawasih ini. Emas Puralah yang lebih tepat untuk nama kota ini.  (Alquin/BaitulMaqdis.com)

Sumber : Khazanah

Mari Raih Pahala dan Kebaikan !

Dengan membagikan tautan ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki