Anda Bertanya, Muallaf Menjawab (Seri Kelimabelas)

Muslims love Jesus too.

Muslims love Jesus too.

 

 

Because I Love Jesus
Anda Bertanya, Muallaf Menjawab (Seri Kelimabelas)

SIAPA YANG DIKORBANKAN, ISHAK ATAU ISMAIL?

BaitulMaqdis.com — Tulisan ini adalah artikel berseri yang secara langsung ditulis oleh Ust.Insan Ls Mokoginta pakar Kristologi Nasional peraih penghargaan muallaf award, silahkan disebarluaskan demi kemaslahatan umat.

Jefry : Kenapa umat Islam meyakini Ismail yang dikorbankan, padahal menurut kitab suci kami Alkitab yang dikorbankan oleh Abraham (Ibrahim) adalah Ishak. Itu berarti informasi dari Al-Qur’an salah, sebab Alkitab duluan turun daripada Al-Qur’an.

Muallaf : Kebenaran suatu kitab suci, bukan karena mana yang duluan diturunkan atau diwahyukan Allah, tapi tergantung isi atau kandungannya.

Jefry : Ketika Alkitab diturunkan, saat itu nabi Muhammad belum lahir. Berarti yang telah dirobah kandungannya tentu yang belakangan turun. Menurut yang tertulis di Alkitab Ishak yang dikorbankan, mestinya di dalam Al-Qur’an juga harusnya Ishak, tapi kenapa berubah jadi Ismael?

Muallaf : Justru karena Alkitab sudah banyak dirubah oleh orang-orang tidak bertanggungjawab, maka Allah wahyukan kembali ke dalam Al-Qur’an apa-apa yang benar yang pernah Dia turunkan sebelumnya. Mengenai siapa yang dikorbankan, menurut Al-Qur’an adalah Ismael. Dan hal itu bisa dibuktikan, sebab Al-Qur’an itu benar-benar wahyu Allah, jadi mustahil salah. Apa anda bisa buktikan bahwa Ishak yang dikorbankan menurut Alkitab anda?

Jefry : Tentu saja bisa. Silahkan simak firman Allah dalam kitab Kejadian 22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Nah jelas sekali tertulis ‘Ishak‘ pada ayat tersebut, bukan Ismail kan?

Baca Juga  101 Bukti Yesus Bukan Tuhan (Bagian-3)

Muallaf : Tapi pada awak ayat tersebut dikatakan “Ambillah anakmu yang tunggal itu”. Kalau anak yang tunggal, pasti anak yang pertama lahir, karena saat peristiwa pengorbanan itu terjadi, anak Abraham (Ibrahim) baru satu-satunya, yaitu Ismail, karena saat itu Ishak belum lahir. Menurut anda, pada waktu terjadi pengorbanan, usia Ishak saat itu berapa tahun?

Jefry : Menurut kata pendeta Syaefudin Ibrahim yang mantan ustadz, katanya saat itu usia Ishak sudah cukup dewasa yaitu 14 tahun.

Muallaf : Itu kan kata pendeta anda. Saya yakin dia keliru, sebab pemahamannya tentang Alkitab masih sangat cetek. Maklum dia murtad ke Kristen belum lama. Baiklah saya akan menjawab menggunakan apa yang tertulis pada Alkitab anda sendiri. Simak ayat-ayat sbb: Kejadian 16 : 16 “Abraham berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.” Kejadian 21 : 5. “Adapaun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.” Nah jelas sekali bahwa selisih antara Ismael dan Ishak 14 tahun kan? Kalau begitu yang dikorbankan oleh Abraham yaitu Ismael, karena Ishak masih bayi, atau bahkan saat itu mungkin belum lahir.

Jefry : Benar juga ya? Tapi yang tertulis di Alkitab namanya jelas Ishak, bukan Ismael.

Muallaf : Saya yakin nama ‘Ishak’ itu cuma sisipan. Sebab bagaimanapun yang namanya anak tunggal, pasti anak itu baru satu-satunya. Berarti pada saat peristiwa pengorbanan itu terjadi, Ishak belum lahir. Kalau Ishak yang dikorbankan, mestinya ayat pada Kejadian 22:2 berbunyi: “Ambillah anakmu yang yang kedua itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak…”

Jefry : Secara garis keturunan, Ismail benar anak pertama dan Ishak anak kedua. Sebagai anak pertama, Ismail disebut anak sulung, bukan anak tunggal.

Baca Juga  Ketidak Jujuran Para Penerjemah Bibel

Muallaf : Jika Ismail disebut ‘anak sulung’, berarti Ishak ‘anak bungsu’. Kalau begitu mestinya ayat Alkitab tersebut berbunyi : “Ambillah anakmu yang yang bungsu itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak

Jefry : Ishak disebut sebagai ‘anak tunggal’ sebab dia adalah anak perjanjian antara Allah dan Abraham, dimana Allah menjanjikan berkat melalui Ishak untuk segenap keturunannya, menjadi perjanjian yang kekal, karena melalui Ishak inilah akan lahir seorang juruselamat yang akan menyelamatkan dunia dari dosa.

Muallaf : Soal janji Allah yang akan menjadikan melalui Ishak akan lahir seorang juruselamat, itu tidak masalah, sebab semua nabi pasti adalah utusan Allah sebagai juruselamat umat manusia. Tapi perlu anda ketahui Yesus benar juruselamat, tapi sayangnya beliau juruselamat hanya untuk kaumnya saja yaitu bani Israel, bukan juruselamat seluruh umat manusia di dunia.

Jefry : Tidak mungkin Yesus juruselamat hanya bagi kaumnya saja bani Israel. Yesus itu juruselamat semua manusia.

Muallaf : Baiklah saya minta tolong biarlah Yesus sendiri yang menjawabnya. Simak apa kata Yesus dalam Injil Matius 15:24 sbb : Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Nah saya lebih percaya kepada kesaksian Yesus daripada kesaksian anda atau pendeta anda. Mustahil Yesus berbohong bukan?

Jefry : Ah bapak bisa saja. Itu hanyalah ucapan Yesus yang sedang mencobai iman seorang ibu-ibu. Saya yakin Yesuslah sang juruselamat umat manusia di dunia ini. Sebab dalam Alkitab dikatakan pada Kisah Para Rasul 5:31 “Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.”

Muallaf : Benar sekali! Bukanlah pada ujung ayat tersebut dikatakan: “Supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.” Nah biar anda lebih paham, saya jawab dengan menggunakan kitab suci anda sendiri yaitu Kisah Para Rasul 13:23 sbb : “Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus Berdasarkan ayat tersebut sangat jelas bahwa memang Yesus Juruselamat, tapi sayangnya beliau Juruselamat hanya untuk kaumnya saja melalui keturunan Ishak, yaitu bani Israel. Anda orang Indonesia kan? Berarti anda bukan termasuk orang yang diselamatkan oleh Yesus.

Baca Juga  Anda Bertanya, Muallaf Menjawab (Seri Keempat)

(Bersambung)

 

Mari Raih Pahala dan Kebaikan !

Dengan membagikan tautan ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki