Ayo Bantu Muallaf Yohanes Dalam Mempertahankan Aqidahnya

Sungguh tak mudah hidup normal layaknya keluarga pada umumnya. Demi meninggalkan aqidah lama penuh kesyirikan menganggap manusia sebagai Tuhan padahal itu Nabi yang diutus.

Intimidasi moral, hingga diusir dari keluarga itulah yang sekarang dirasakan Yohanes (Baca: Hasan). Dahulu Hasan adalah aktifis gereja kharismatik, yg setiap hari hidupnya menjadi pelayan gereja. Saat itu ia sebagai panitia pelaksana kegiatan-kegiatan kerohaniaan kristen skala kecil maupun besar. Ia juga pernah menjadi kameramen di salah satu stasion tv nasional hingga akhirnya ia mengundurkan diri dan memilih untuk mandiri. Padahal saat itu ia masih berkesempatan untuk ikut andil mengabadikan Aksi Bela Islam 212.

2 tahun lalu ia masuk Islam, dan siap menempuh hidup baru menjadi muslim yang  Selama itu ia berusaha mencari guru dari masjid ke masjid agar dapat belajar Islam lebih dalam. Dari Islam kejawen hingga kebatinan pernah ia pelajari.

Hingga pada suatu saat, Allah uji keislamannya dg mendapatkan cobaan kesekian kalinya. Usaha dokumenter video pernikahan yang ia rintis mengalami kerugian bahkan terancam masuk penjara, karena kliennya yang NAKAL tidak puas dg hasil videonya. Akhirnya Dp yg sudah diberikan senilah 30 juta diminta kembali, padahal yg dilihat baru setengah proses editing. Karena tidak punya uang cukup untuk membayar kembali DP tersebut dan kliennya sudah berkerja sama dg polisi untuk menjebloskannya ke penjara, akhirnya Hasan dg terpaksa merelakan camera dan Hp satu-satunya untuk mencari nafkah disita sebagai jaminan.

Sebulan berlalu, dan Hasanpun mulai mengansur untuk mengembalikan uang 30 juta tersebut. Namun qodarullah maa sya’a fa’ala, Allah uji kembali Hasan jatuh terpeleset, karena takut terbentur kepala, dengan reflek akhirnya dengkul kakinya dijadikan penopang badannya, seketika tempurung dengkul pun pecah dan tidak bisa digerakkan sama sekali. Singkat cerita, akhirnya Hasan dibawa ke Tukang Pijat di daerah sentul. 2 minggu disana sedikit ada perubahan dan bisa berjalan dg tongkat.

Baca Juga  Tahun Ini, Yayasan Baitul Maqdis Kirim 20 Dai Ke Pelosok Negri Rawan Pemurtadan

 PhotoGrid_1489390540603

Disaat itulah, ia berusaha mencari-cari, dihubungilah teman2 muslim yg baru dikenalnya, berharap mereka dapat berikan referensi lembaga atau komunitas yang dapat membantunya. Namun tidak ada satupun yang berikan jawaban, hingga Allah taqdirkan ia bertemu Yayasan Baitul Maqdis yg ia dapatkan infonya dari Google. Datanglah Hasan ke Kantor Yayasan Baitul Maqdis di ciracas naik Gojek dg kaki yg masih pincang pake tongkat. Setelah ngobrol lama, bercerita dan jg bermaksud ingin belajar Islam lebih dalam akhirnya disepakati.

Namun Qodarullah, selepas pulang, malamnya Allah uji kembali dengan ujian yg lebih berat. Saat ia membeli makan, ia kembali terpeleset dan terjatuh yg menyebabkan patah tulangnya semakin parah. Singkat cerita, orang sekitar membawanya ke RS. RSTDD di Parung Bogor. Besok malamnya alhamdulillah dg rekomendasi pengurus RS, Hasan bisa segera dilakukan operasi.

Beberapa hari Hasan dirawat di RS tersebut, hingga dinyatakan boleh pulang. Namun ia bingung, dg kondisi sebatang kara, hendak kemana ia pergi dan siapa yg akan membantunya. Akhirnya Hasanpun kini dirawat di kantor Yayasan Baitul Maqdis dg biaya penuh dari Yayasan Baitul maqdis.

Butuh berbulan-bulan hingga Hasan bisa sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasa. Hingga saat ini biaya yg dikeluarkan telah mencapai 6 juta lebih. Itu mencakup biaya makan sehari-hari, check up sepekan sekali.

Alhamdulilah, setelah kurang lebih sebulan, perkembangan kesembuhan Hasan mulai terlihat. Kakinya kini sudah boleh/harus dilatih menekuk. Namun latihan menekuk ini harus dilakukan oleh ahli fisioterapi. Menurut dokter, Hasan harus dilakukan 12 kali fisinterapi. Sekali terapi bisa menghabiskan dana -+300.000 rupiah.

Bagi anda yg tersentuh dan ingin membantu meringankan beban Hasan, silahkan tranfer ke

Baca Juga  Paket Program Antisipasi Pemurtadan Di Lamongan Telah Digulirkan

Nomor Rek 7015 099 369 An. Yayasan Baitul Maqdis

Agar tidak tercampur program lain, mohon ditambahkan angka 6 diakhir digit donasi anda. Cth : Shodaqoh 500.000, berarti Rp. 500.006,-

Nomor Konfirmasi ke 0812 3457 7206

NB : dana yang anda infaqkan akan disalurkan untuk membantu membayar hutang Hasan dan Biaya perawatan kakinya yang patah.

Mari Raih Pahala dan Kebaikan !

Dengan membagikan tautan ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki